Presiden Mesir yang Tewas Setelah Menandatangani Perdamaian dengan Israel

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kairo, Pribhumi.com Langkah Presiden Mesir Anwar Sadat untuk menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada 1979 menjadi titik balik sejarah Timur Tengah — sekaligus mengantarkannya pada akhir hidup yang tragis. Dua tahun setelah perjanjian Camp David diteken, Sadat tewas ditembak oleh tentaranya sendiri dalam parade militer di Kairo pada 6 Oktober 1981.

Pembunuhan di Tengah Parade Militer

Pada hari itu, Sadat menghadiri parade militer besar-besaran untuk memperingati keberhasilan pasukan Mesir menyeberangi Terusan Suez dalam Perang Yom Kippur 1973. Duduk di tribun kehormatan, Sadat tampak tenang menyambut penghormatan dari pasukan. Namun, situasi berubah mencekam ketika sebuah truk militer berhenti di depan tribun dan salah satu perwiranya turun untuk memberi hormat.

Sadat berdiri membalas hormat, tidak menyadari bahwa itu adalah jebakan mematikan. Dalam hitungan detik, tiga granat dilemparkan ke arah tribun, diikuti rentetan tembakan senapan otomatis. Kekacauan pun pecah. Sadat dan beberapa pejabat tinggi Mesir roboh bersimbah darah di tengah parade yang disiarkan langsung.

Baca Juga :  Dokumen AS Bongkar Email Epstein soal Upaya Menguasai Aset Libya Bernilai Miliaran Dolar

Presiden Sadat sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi darurat, namun luka yang dideritanya terlalu parah. Ia dinyatakan meninggal dunia pada hari yang sama, 6 Oktober 1981.

Latar Belakang: Damai yang Mengundang Amarah

Dalang utama di balik serangan tersebut adalah Letnan Khalid Islambouli, anggota kelompok radikal Jihad Islam Mesir. Kelompok ini menentang keras kebijakan Sadat yang dianggap berkhianat terhadap perjuangan Palestina dan dunia Arab.

Sejak berdirinya Israel tahun 1948, Mesir dikenal sebagai salah satu negara paling keras menentang zionisme. Namun, Sadat menilai perang tanpa akhir hanya membawa penderitaan. Ia memilih jalur diplomasi dengan menandatangani Perjanjian Damai Camp David pada 26 Maret 1979 bersama Perdana Menteri Israel Menachem Begin, disaksikan langsung oleh Presiden AS Jimmy Carter.

Baca Juga :  Digitalisasi Gagal, Naskah Melayu Tertua Tanjung Tanah Kembali Jadi Sorotan

Bagi sebagian rakyat Mesir, langkah itu merupakan pengkhianatan terhadap semangat Pan-Arabisme dan perjuangan Palestina. Penolakan datang dari berbagai kalangan, termasuk militer dan kelompok ulama garis keras. Dari sinilah muncul kelompok ekstremis yang kelak menuntut nyawa sang presiden.

Akhir dari Sang Visioner

Khalid Islambouli berhasil ditangkap tak lama setelah serangan dan kemudian dijatuhi hukuman mati. Ia dieksekusi pada 15 April 1982. Meski demikian, pembunuhan Anwar Sadat meninggalkan luka mendalam dalam sejarah Mesir dan menandai masa transisi politik yang penuh ketegangan.

Anwar Sadat kini dikenang sebagai pemimpin berani yang menempuh jalur perdamaian demi stabilitas kawasan, meski harus membayar mahal dengan nyawanya sendiri.

Berita Terkait

Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang
Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Berita Terbaru