Wisata Ekstrem di Rusia Berujung Maut, Turis Belarusia Hilang Terseret Arus Sungai Es

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Sebuah aktivitas wisata ekstrem di wilayah Arktik Rusia berakhir tragis. Seorang turis wanita asal Belarusia dilaporkan hilang setelah terseret arus saat mengikuti wisata mengapung di sungai es di Sungai Tuloma, kawasan Kola, Murmansk, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru 2026.

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban, berusia 57 tahun, mengikuti sesi wisata mengapung di perairan beku yang selama ini dipromosikan sebagai atraksi aman dan menyehatkan. Dalam paket wisata tersebut, peserta mengenakan pakaian apung berinsulasi tebal yang dirancang untuk menjaga suhu tubuh sekaligus memastikan daya apung di air dingin ekstrem.

Penyelenggara wisata mengklaim aktivitas ini bebas dari risiko tenggelam. Peserta diarahkan mengapung telentang di permukaan air es, menciptakan sensasi seolah melayang. Namun, pakaian khusus yang kaku justru membatasi pergerakan, sehingga peserta biasanya diikat atau diawasi ketat, terutama saat dilakukan di sungai dengan arus tidak stabil.

Baca Juga :  Rata-rata Gaji Pekerja Indonesia Rp 3,29 Juta, Lulusan dan Sektor Kerja Jadi Penentu

Menurut keterangan warga setempat, lokasi wisata tersebut dikenal berbahaya karena memiliki arus bawah laut kuat yang dipengaruhi pasang surut. Insiden diduga terjadi saat kondisi air surut, ketika arus sungai mengalir lebih cepat menuju muara.

Korban diperkirakan berada di air kurang dari 40 menit sebelum akhirnya hilang terbawa arus. Tim penyelamat segera melakukan pencarian hingga ke area laut dan seberang sungai, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Cuaca ekstrem menjadi hambatan utama proses evakuasi. Laut yang membeku, kabut tebal, suhu di bawah nol derajat, serta jarak pandang yang nyaris nol membuat pencarian sangat berisiko. Pihak berwenang menyebut kecil kemungkinan korban dapat bertahan hidup lebih dari beberapa jam dalam kondisi tersebut.

Baca Juga :  Serangan Balasan Iran Hantam Pangkalan AS di Arab Saudi, Belasan Tentara Terluka

Insiden ini menambah daftar kecelakaan dalam wisata mengapung di es. Sebulan sebelumnya, wisatawan asal India dan China sempat terseret arus dalam aktivitas serupa, namun berhasil selamat secara tidak sengaja karena adanya perahu di sekitar lokasi.

Komite Investigasi Rusia kini melakukan penyelidikan mendalam atas kasus ini dan telah menetapkan penyelenggara wisata sebagai pihak yang bertanggung jawab. Aparat menyita perlengkapan termal yang digunakan dan menilai peralatan tersebut tidak memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.

Berita Terkait

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat
Iran Akhiri Pemadaman Internet 88 Hari, Warga Mengaku Seperti “Bebas dari Penjara”
WNI Kini Bisa Masuk Kanada Pakai eTA, Biaya Cuma Rp90 Ribu dan Tanpa Biometrik

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Senin, 1 Juni 2026 - 21:00 WIB

Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:00 WIB

Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan

Berita Terbaru