Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NEPAL, Pribhumi.com — Bencana banjir bandang disertai tanah longsor yang menerjang kawasan pegunungan di perbatasan Nepal dan Tibet, China, menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Hingga laporan terbaru, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai lebih dari 150 orang.

Tim penyelamat Nepal menemukan sejumlah jenazah di beberapa wilayah terdampak, antara lain Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Chitwan, Gorkha, Tanahun hingga Nawalparasi East.

Selain korban meninggal, proses pencarian masih dilakukan terhadap ratusan orang yang belum diketahui keberadaannya. Sebanyak 384 orang dilaporkan masih hilang, terdiri dari 291 warga negara asing dan 93 warga Nepal.

Baca Juga :  Presiden Iran Sampaikan Belasungkawa dan Siap Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Besar di Sumatra

Bencana tersebut terjadi pada Rabu (26/8/2026), ketika banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah kawasan di sepanjang wilayah pegunungan yang berbatasan dengan Tibet.

Pada awal kejadian, bencana sempat diduga berkaitan dengan aktivitas gempa yang disebut memicu longsoran es dan material batuan ke Sungai Lhende Khola. Sungai tersebut mengalir melintasi kawasan Nepal dan Tibet.

Namun, hasil analisis lanjutan dari United States Geological Survey (USGS) menunjukkan tidak terdapat aktivitas gempa bumi yang mendahului terjadinya longsor dan banjir bandang tersebut.

Pemerintah Nepal kemudian mempercepat operasi tanggap darurat. Perdana Menteri Nepal Balendra Shah mengerahkan personel militer, kepolisian, helikopter serta tenaga medis untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban.

Baca Juga :  Hamas kritik resolusi DK PBB, penolakan mekanisme perwalian Gaza, Pasukan Stabilisasi Internasional, ISF Gaza

Di sisi lain, Presiden China Xi Jinping memerintahkan upaya pencarian dan penyelamatan secara maksimal terhadap warga yang masih hilang. Pemerintah China juga meminta dilakukan pemantauan secara ketat terhadap kondisi di wilayah terdampak untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.

Sedikitnya 574 personel penyelamat China turut dikerahkan ke kawasan perbatasan darat Gyirong. Operasi pencarian terus dilakukan di tengah kondisi medan pegunungan yang sulit dan ancaman longsor lanjutan.

Berita Terkait

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Berita Terbaru