Kebangkitan Kembali Kewenangan Pemangku Adat Jati Alam Kerinci, Menghidupkan Ruh Kearifan Lokal

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Safwandi, S.AP., DPT (Kepalo Sembah)

Sekjend Lembaga Adat Melayu Sakti Alam Kerinci (LAM-SAK)

Kebangkitan Kembali Kewenangan Pemangku Adat Jati Alam Kerinci

KERINCI, Pribhumi.com — Kewenangan pemangku adat jati Alam Kerinci dalam perjalanan panjang sosial budaya masyarakat sempat mengalami masa ketika perannya kurang terlihat. Kondisi tersebut sering disebut dalam ungkapan adat sebagai “batang tarendam”, yakni sesuatu yang memiliki nilai dan akar kuat, namun lama terpendam sehingga perlu dibangkitkan kembali ke permukaan.

Seiring berdirinya Lembaga Adat Melayu Sakti Alam Kerinci (LAM-SAK) pada tahun 2022, keberadaan pemangku adat jati Alam Kerinci kembali memperoleh ruang untuk tampil dan memperkuat perannya dalam kehidupan adat masyarakat.

Struktur adat yang selama ini kurang mendapatkan sorotan, terutama keberadaan pucuk SKO seperti Depati Empat, Selapan Helai Kain, serta Pemangku Balimo Serto Suluh Bindang Alam Kerinci, kembali ditegaskan sebagai bagian penting dari jati diri adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga :  Ibu Rumah Tangga di Jambi Tertipu Rp400 Juta, Dijanjikan Anak Lolos Jadi Jaksa Lewat “Jatah Gubernur”

Kebangkitan tersebut bukan hanya sebatas menghadirkan kembali simbol-simbol adat, tetapi merupakan bentuk penguatan terhadap nilai, aturan, dan tatanan kehidupan yang telah lama menjadi pedoman masyarakat Alam Kerinci.

Dalam falsafah adat Alam Kerinci dikenal prinsip:

“Adat jangan didalak, syarak jangan dicari, ico pakai jangan dibanding.”

Ungkapan ini mengandung makna bahwa adat memiliki kedudukan dan aturan yang harus dihormati, syariat harus dipahami secara benar, sementara ico pakai atau tata cara kehidupan masyarakat tidak untuk dipertentangkan, melainkan dijalankan dengan penuh kebijaksanaan sesuai nilai yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Makna Aroma dalam Budaya Sumatera Utara: Kemenyan sebagai Penghubung Dunia Spiritual

Adat Sakti Alam Kerinci juga telah melalui proses pengkajian dan penguatan nilai. Syarak dipahami sebagai landasan kehidupan, sementara ico pakai menjadi pedoman perilaku sosial yang menyatu dengan kebiasaan dan karakter masyarakat.

Karena itu, kebangkitan kembali kewenangan pemangku adat jati bukan hanya berbicara tentang pemulihan struktur kelembagaan adat, tetapi lebih jauh merupakan upaya menghidupkan kembali ruh kearifan lokal yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Alam Kerinci.

Adat bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan nilai yang terus hidup, menyesuaikan zaman, dan menjadi penuntun dalam menjaga identitas serta marwah masyarakat Kerinci.

Berita Terkait

Gubernur Jambi Dorong Penyatuan Adat Kerinci-Sungai Penuh, LAM-SAK Perkuat Jati Diri Adat Lamo Pasko Usang
MPA LAM-SAK Apresiasi Dukungan Gubernur Jambi terhadap Penguatan Kelembagaan Adat Sakti Alam Kerinci
Akses Jalan Menuju Gunung Kerinci Disorot, Warga Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Wisata
10 Kuliner Legendaris Khas Jambi yang Wajib Dicoba
Mināṅga Tamwan dan Misteri Awal Sriwijaya: Antara Muaro Jambi, Minangkabau, dan Hulu Batanghari
LAM Jambi Turun ke Daerah, Nilai Kinerja dan Peran Lembaga Adat Kabupaten/Kota
Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Tembus 4,68 Juta hingga April 2026
Bahasa Kerinci, Warisan Melayu Kuno yang Tetap Hidup di Jantung Sumatra

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:37 WIB

Kebangkitan Kembali Kewenangan Pemangku Adat Jati Alam Kerinci, Menghidupkan Ruh Kearifan Lokal

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:52 WIB

Gubernur Jambi Dorong Penyatuan Adat Kerinci-Sungai Penuh, LAM-SAK Perkuat Jati Diri Adat Lamo Pasko Usang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:00 WIB

MPA LAM-SAK Apresiasi Dukungan Gubernur Jambi terhadap Penguatan Kelembagaan Adat Sakti Alam Kerinci

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:04 WIB

Akses Jalan Menuju Gunung Kerinci Disorot, Warga Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Wisata

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:00 WIB

10 Kuliner Legendaris Khas Jambi yang Wajib Dicoba

Berita Terbaru