Zulhas Pastikan Pangan Indonesia Aman, Tak Bergantung pada Timur Tengah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap dalam kondisi aman meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah semakin memanas. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki ketergantungan terhadap pasokan pangan dari wilayah tersebut.

Menurutnya, kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, jagung, daging ayam, telur, hingga sayur-sayuran sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri. Sementara itu, komoditas yang masih diimpor, seperti gandum, berasal dari negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika.

Zulhas menyampaikan bahwa kondisi ini membuat pasokan pangan nasional tetap stabil meskipun terjadi konflik internasional, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan.

Baca Juga :  Trump Desak Netanyahu Redam Serangan ke Lebanon, Ketegangan Iran–Israel Picu Penutupan Selat Hormuz

Dalam kunjungannya ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Zulhas melihat langsung kondisi pasokan di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa meskipun aktivitas pasar belum sepenuhnya normal pasca-Lebaran, dengan sekitar 70 persen pedagang yang sudah beroperasi, ketersediaan bahan pangan tetap mencukupi.

Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan swasembada pangan yang telah dicanangkan pemerintah sejak beberapa waktu lalu. Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadapi potensi krisis global, termasuk gangguan rantai pasok akibat konflik internasional.

Baca Juga :  Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Energi Iran Jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Lebih lanjut, Zulhas memastikan bahwa stok beras nasional berada dalam kondisi surplus. Pada tahun sebelumnya, produksi beras tercatat melebihi kebutuhan hingga sekitar 4 juta ton, dan angka tersebut diperkirakan akan kembali tercapai tahun ini. Dengan demikian, ketersediaan beras dipastikan aman hingga tahun mendatang.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pasokan pangan disebut berada dalam kondisi terkendali, sehingga masyarakat cukup membeli sesuai kebutuhan tanpa perlu melakukan aksi borong.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis stabilitas pangan nasional akan tetap terjaga di tengah dinamika global yang terus berkembang.

 

Berita Terkait

Dolar AS Tembus Rp17.658, Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang China Selatan, Dua Orang Tewas dan Ribuan Dievakuasi
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global
36 Negara Bentuk Pengadilan Khusus untuk Adili Vladimir Putin
Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah
Michael Carrick Beri Sinyal Segera Jadi Manajer Permanen MU
Liverpool Dibantai Aston Villa 4-2, Suporter Panik!
Produser Indonesia-Australia Bawa Film Horor Indonesia ke Cannes 2026

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Dolar AS Tembus Rp17.658, Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah

Senin, 18 Mei 2026 - 13:00 WIB

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang China Selatan, Dua Orang Tewas dan Ribuan Dievakuasi

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global

Senin, 18 Mei 2026 - 01:00 WIB

36 Negara Bentuk Pengadilan Khusus untuk Adili Vladimir Putin

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

Berita Terbaru

Kesehatan

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tips dan informasi

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, dari Rasa hingga Kandungan Kafein

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

Infotainment

Aktris China Qi Wei Jadi Sorotan di Cannes 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:00 WIB