Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Energi Iran Jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman keras terhadap Iran terkait penutupan Selat Hormuz. Ia menegaskan akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika jalur pelayaran strategis tersebut tidak segera dibuka dalam waktu 48 jam.

Mengutip laporan AFP pada Minggu (22/3/2026), Trump memberikan ultimatum kepada Teheran agar membuka kembali Selat Hormuz tanpa syarat dan tanpa ancaman terhadap pelayaran internasional.

Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat siap mengambil tindakan militer jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi. Ia bahkan menyebut serangan akan dimulai dari fasilitas energi terbesar milik Iran.

Baca Juga :  BMKG: Seluruh Wilayah Jambi Berpotensi Diguyur Hujan Ringan pada 28 Maret 2026

Penutupan Selat Hormuz sendiri dilakukan Iran setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Teheran pada 28 Februari lalu. Langkah ini memicu ketegangan global, mengingat sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati jalur tersebut.

Akibat penutupan itu, negara-negara yang bergantung pada distribusi energi dari kawasan Teluk terpaksa mencari jalur alternatif serta memanfaatkan cadangan energi mereka. Kondisi ini turut mendorong lonjakan harga bahan bakar global dan meningkatkan risiko inflasi di berbagai negara.

Baca Juga :  Kim Jong Un Kembali Terpilih sebagai Presiden Urusan Negara Korea Utara

Sebelumnya, militer AS mengklaim telah menghancurkan bunker senjata Iran yang dinilai mengancam keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut juga dianggap sebagai upaya meredakan kekhawatiran pasar energi dan sekutu internasional Washington.

Lebih dari 20 negara dilaporkan telah menyatakan dukungan terhadap langkah Amerika Serikat untuk membuka kembali jalur laut vital tersebut demi menjaga stabilitas pasokan energi global.

Berita Terkait

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat
Iran Akhiri Pemadaman Internet 88 Hari, Warga Mengaku Seperti “Bebas dari Penjara”
WNI Kini Bisa Masuk Kanada Pakai eTA, Biaya Cuma Rp90 Ribu dan Tanpa Biometrik

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Senin, 1 Juni 2026 - 21:00 WIB

Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:00 WIB

Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan

Berita Terbaru