Xi Jinping Singkirkan Jenderal Elite, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir China ke AS

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beijing, Pribhumi.com — Presiden China Xi Jinping kembali mengguncang pucuk pimpinan militer dengan memecat salah satu jenderal paling berpengaruh, Zhang Youxia. Perwira senior yang selama ini dikenal dekat dengan Xi itu kini tengah diselidiki atas dugaan korupsi berat dan kebocoran rahasia strategis negara kepada Amerika Serikat.

Zhang Youxia, yang pernah menjabat Wakil Ketua utama Komisi Militer Pusat China, dituduh membocorkan informasi teknis sensitif terkait senjata nuklir China kepada Badan Intelijen Pusat AS (CIA). Dugaan tersebut mencuat dalam laporan sejumlah media internasional yang mengutip sumber internal pemerintahan China.

Pemecatan Zhang menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Xi Jinping dalam membersihkan struktur kepemimpinan militer dari praktik korupsi dan potensi pembangkangan terhadap Partai Komunis China. Zhang secara resmi ditempatkan di bawah penyelidikan pada akhir pekan lalu dan dilaporkan telah ditahan oleh otoritas antikorupsi militer.

Baca Juga :  Hamas Belum Menerima Proposal Perdamaian Gaza Secara Tertulis

Selain Zhang, Jenderal Liu Zhenli yang menjabat Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat juga dicopot dari jabatannya. Kementerian Pertahanan China hanya menyatakan keduanya diselidiki atas pelanggaran disiplin dan hukum serius, tanpa merinci lebih jauh.

Media pemerintah China menuding kedua jenderal tersebut telah merusak sistem komando militer dan mengancam kepemimpinan absolut Partai Komunis di bawah Xi Jinping. Bahkan, Zhang disebut membentuk jaringan internal yang berpotensi melemahkan persatuan partai.

Dalam proses penyelidikan, Xi Jinping dikabarkan mengirim tim khusus ke Shenyang, wilayah yang sebelumnya menjadi basis penugasan Zhang. Tim tersebut memilih menginap di hotel sipil, bukan fasilitas militer, demi menghindari kemungkinan adanya loyalis Zhang di dalam barak.

Tak hanya soal kebocoran informasi rahasia, Zhang juga diduga menerima suap dalam promosi jabatan sejumlah perwira tinggi, termasuk dalam pengangkatan mantan Menteri Pertahanan Li Shangfu. Informasi sensitif tersebut disebut dijual demi keuntungan pribadi.

Baca Juga :  Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Zhang Youxia dikenal berasal dari keluarga elite revolusioner dan memiliki hubungan pribadi yang erat dengan Xi Jinping sejak kecil. Kedekatan historis ini membuat pemecatannya menjadi sorotan besar, baik di dalam maupun luar China.

Sejak 2024, Zhang dan Liu tercatat sebagai pejabat militer tingkat tertinggi keempat dan kelima yang disingkirkan. Langkah ini terjadi di tengah kekacauan internal Pasukan Roket PLA, unit yang mengelola persenjataan nuklir China.

Sejumlah pengamat menilai peristiwa ini sebagai perombakan militer paling signifikan di China dalam lebih dari lima dekade, mengingatkan pada krisis besar militer tahun 1971 yang mengubah peta kekuasaan Partai Komunis China.

Berita Terkait

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB