Pemerintah Terbitkan Aturan Baru, Anak di Bawah 16 Tahun Ditunda Aksesnya ke Media Sosial

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Pemerintah Indonesia resmi menerbitkan regulasi baru terkait perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menjelaskan bahwa aturan ini merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah TUNAS yang mengatur pembatasan akses anak terhadap platform digital yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Menurut Meutya, regulasi tersebut mengatur penundaan akses akun bagi anak-anak yang berusia di bawah 16 tahun pada sejumlah platform digital, terutama media sosial dan layanan jejaring yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif.

Baca Juga :  Kontroversi Trailer Dilan ITB 1997, Kisah Cinta dan Gejolak Reformasi Kembali Disorot

Ia menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil karena meningkatnya berbagai ancaman yang dihadapi anak-anak saat mengakses internet. Ancaman tersebut antara lain paparan konten pornografi, perundungan siber, penipuan daring, hingga kecanduan terhadap platform digital.

Pemerintah menilai regulasi ini penting agar orang tua tidak harus menghadapi tantangan dunia digital sendirian dalam melindungi anak-anak mereka.

Tahapan implementasi aturan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 28 Maret 2026. Pada tahap awal, akun pengguna yang teridentifikasi berusia di bawah 16 tahun di sejumlah platform digital berisiko tinggi akan mulai dinonaktifkan.

Baca Juga :  Puting Beliung Terjang Tulang Bawang, 80 Rumah Warga Rusak di Dua Kecamatan

Beberapa platform yang masuk dalam tahap awal penerapan kebijakan ini di antaranya YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X (Twitter), Bigo Live, serta Roblox.

Pemerintah menyatakan proses penerapan akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh penyelenggara platform digital mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam regulasi tersebut.

Meski berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan pada awal penerapannya, pemerintah menilai kebijakan ini sebagai langkah penting untuk menghadapi kondisi yang disebut sebagai darurat digital bagi anak-anak.

Melalui aturan ini, pemerintah berharap teknologi digital dapat dimanfaatkan secara lebih sehat dan aman bagi generasi muda, sehingga tidak mengganggu tumbuh kembang serta masa depan mereka.

Berita Terkait

Di Tengah Kabut Asap, Kiswah Tour & Travel Hadir Berbagi Masker untuk Masyarakat
Kabar Duka, Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Dikabarkan Meninggal Dunia
HMI Cabang Kerinci-Sungai Penuh Resmi Tutup LK II Tingkat Nasional, Tekankan Penguatan Kepemimpinan Kader
Bawa Nama Kerinci, Randi Vitora Raih Gelar Pemuda Pelopor Provinsi Jambi 2026
Bupati Monadi Resmi Buka Rakercab III HIPMI Kerinci, Pengusaha Muda Didorong Perkuat Ekonomi Lokal
Peduli Sesama, PT Tren Gen Horizon Gelar Aksi Berbagi di Masjid Raya Sungai Penuh
Anggota DPR RI Fraksi PAN A Bakri Meninggal Dunia, Zulhas: Semoga Husnul Khotimah
Mari Ulurkan Tangan: Muhammad Farlan, Remaja 17 Tahun di Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Di Tengah Kabut Asap, Kiswah Tour & Travel Hadir Berbagi Masker untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Kabar Duka, Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Dikabarkan Meninggal Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:11 WIB

HMI Cabang Kerinci-Sungai Penuh Resmi Tutup LK II Tingkat Nasional, Tekankan Penguatan Kepemimpinan Kader

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Bawa Nama Kerinci, Randi Vitora Raih Gelar Pemuda Pelopor Provinsi Jambi 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:25 WIB

Bupati Monadi Resmi Buka Rakercab III HIPMI Kerinci, Pengusaha Muda Didorong Perkuat Ekonomi Lokal

Berita Terbaru