Sumpah Setia Depati Singarapi dalam Naskah Kuno Dusun Ampeh

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jejak Piagam Kuta Pandun: Sumpah Setia Depati dan Asal-Usul Manti Sembilan

SUNGAI PENUH, Pribhumi.com — Sebuah naskah kuno yang diwariskan turun-temurun mengungkap asal-usul struktur kepemimpinan adat di wilayah Kuta Pandun (Koto Pandan). Surat tutur ini menjadi bukti penting tentang bagaimana leluhur setempat membangun sistem pemerintahan berbasis adat, lengkap dengan sumpah setia dan pembagian peran yang terstruktur.

Dalam naskah yang tertulis pada Tanduk bertulisan rencong, yang disimpan oleh Datuk Singarapi Sulah, Dusun Ampeh Sungai Penuh
tersebut disebutkan bahwa nenek moyang masyarakat Kuta Pandun berasal dari sembilan bersaudara yang menjadi cikal bakal keturunan ninik (leluhur). Mereka hidup berdampingan dengan para pemangku adat yang dikenal sebagai Handir, di antaranya Handir Kuning, Handir Mulan, Handir Bingin, Handir Hada, Handir Capa, Handir Bukat, Handir Dayang, dan Handir Hukiw.

Baca Juga :  Pemprov Jawa Tengah Beri Tali Asih Rp4,9 Miliar untuk Atlet dan Pelatih Berprestasi

Seiring waktu, garis keturunan ini melahirkan tokoh penting bernama Caya Dipati Singarapi. Bersama Depati Muda dan Depati Singa Laga, para leluhur kemudian menetapkan sistem kepemimpinan adat melalui sebuah ikrar. Dalam sumpah tersebut, Caya Dipati Singarapi diangkat sebagai Depati dengan gelar Manti Sembilan, yang memiliki peran sentral dalam pengambilan keputusan adat.

Aturan adat yang tertuang dalam naskah itu menegaskan bahwa seorang Depati tidak boleh bertindak sewenang-wenang. Ia wajib menjalankan tugas bersama para depati lainnya dan didampingi oleh para jenang (utusan). Bahkan disebutkan, jika perwakilan dari Manti Sembilan tidak hadir dalam suatu pertemuan penting, maka keputusan tidak dapat disahkan.

Baca Juga :  10 Kuliner Legendaris Khas Jambi yang Wajib Dicoba

Bagian lain dari naskah juga menegaskan pentingnya musyawarah sebagai dasar pengambilan keputusan. Leluhur berpesan agar setiap persoalan besar dibahas bersama di balai adat, dengan kehadiran seluruh pemangku kepentingan. Prinsip persatuan dan kesepakatan bersama diibaratkan seperti batang yang tegak berdiri—kokoh karena kebersamaan.

Selain itu, disebutkan pula munculnya tokoh Datuk Sungayhapi dari keturunan kelompok tertentu yang bermukim di sepanjang aliran sungai, dari hulu hingga hilir. Keturunan mereka kemudian menjadi pemangku adat dan penghulu yang menjaga tatanan kehidupan masyarakat secara turun-temurun.

Naskah ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga cerminan nilai-nilai luhur seperti keadilan, kebersamaan, dan ketaatan terhadap adat yang masih relevan hingga kini.

Berita Terkait

Kebangkitan Kembali Kewenangan Pemangku Adat Jati Alam Kerinci, Menghidupkan Ruh Kearifan Lokal
Gubernur Jambi Dorong Penyatuan Adat Kerinci-Sungai Penuh, LAM-SAK Perkuat Jati Diri Adat Lamo Pasko Usang
MPA LAM-SAK Apresiasi Dukungan Gubernur Jambi terhadap Penguatan Kelembagaan Adat Sakti Alam Kerinci
Akses Jalan Menuju Gunung Kerinci Disorot, Warga Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Wisata
10 Kuliner Legendaris Khas Jambi yang Wajib Dicoba
Mināṅga Tamwan dan Misteri Awal Sriwijaya: Antara Muaro Jambi, Minangkabau, dan Hulu Batanghari
LAM Jambi Turun ke Daerah, Nilai Kinerja dan Peran Lembaga Adat Kabupaten/Kota
Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Tembus 4,68 Juta hingga April 2026

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:37 WIB

Kebangkitan Kembali Kewenangan Pemangku Adat Jati Alam Kerinci, Menghidupkan Ruh Kearifan Lokal

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:52 WIB

Gubernur Jambi Dorong Penyatuan Adat Kerinci-Sungai Penuh, LAM-SAK Perkuat Jati Diri Adat Lamo Pasko Usang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:00 WIB

MPA LAM-SAK Apresiasi Dukungan Gubernur Jambi terhadap Penguatan Kelembagaan Adat Sakti Alam Kerinci

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:04 WIB

Akses Jalan Menuju Gunung Kerinci Disorot, Warga Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Wisata

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:00 WIB

10 Kuliner Legendaris Khas Jambi yang Wajib Dicoba

Berita Terbaru