Lembaga Adat Tegaskan Suku Kerinci Bagian dari Rumpun Melayu Tua Nusantara

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penelitian Sejarah dan Artefak Prasejarah Perkuat Identitas Kultural Kerinci

Kerinci, Pribhumi.com – Lembaga Adat Melayu Sakti Alam Kerinci (LAM-SAK) menegaskan bahwa Suku Kerinci merupakan bagian tak terpisahkan dari rumpun Melayu Tua (Proto-Melayu) yang telah mendiami wilayah Nusantara sejak ribuan tahun silam. Penegasan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal LAM-SAK, Safwandi, Dpt., sebagai respons atas berkembangnya berbagai mispersepsi publik terkait asal-usul dan identitas etnis Kerinci.

Safwandi menekankan bahwa kedudukan historis dan kultural Suku Kerinci bukanlah klaim sepihak, melainkan didukung oleh rangkaian bukti ilmiah, antropologis, dan arkeologis yang telah dikaji oleh para peneliti nasional maupun internasional selama puluhan tahun.

Jejak Prasejarah dan Bukti Ilmiah

Sejumlah temuan artefak prasejarah di kawasan sekitar Danau Kerinci menunjukkan keberadaan manusia sejak masa Mesolitikum hingga Neolitikum. Artefak berupa kapak genggam, mikrolit obsidian, serta peralatan batu lainnya mengindikasikan pola hunian manusia purba yang oleh para ahli diklasifikasikan sebagai kelompok Proto-Melayu.

Baca Juga :  Kerinci dan Hulu Batanghari: Jejak Awal Peradaban Melayu Kuno di Jantung Sumatra

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan seperti Prof. Dr. Jasven Ali (Australia), Dr. David Sundbukht (Swedia), serta antropolog Belanda Dr. J.P.H. Duyvendak, memperkuat pandangan bahwa masyarakat Kerinci merupakan bagian dari populasi awal di Sumatra yang berkembang jauh sebelum masa kerajaan-kerajaan besar di Nusantara.

Selain bukti arkeologis, keberadaan naskah kuno beraksara Incung yang ditemukan di Kerinci dan ditransliterasi pada abad ke-20 menjadi penanda penting tradisi literasi lokal. Naskah-naskah tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Kerinci telah mengenal sistem tulis-menulis setidaknya sejak abad ke-14, bahkan lebih awal dibandingkan banyak tradisi tulisan Melayu lainnya.

Bahasa dan Jalur Budaya Austronesia

Kajian linguistik turut menguatkan posisi historis Kerinci. Para ahli bahasa mencatat adanya keterkaitan erat antara bahasa Kerinci, Melayu Jambi, dan sejumlah bahasa daerah lain di Sumatra. Hubungan ini mencerminkan jalur panjang interaksi budaya Austronesia yang membentuk identitas Melayu awal di wilayah barat Nusantara.

Pernyataan Lembaga Adat

Baca Juga :  Kewenangan Adat yang Kian Terpinggirkan: Ketika Pemangku Adat Berhadapan dengan Struktur Formal

Dalam keterangannya, Safwandi, Dpt., yang juga bergelar adat Kepalo Sembah, menegaskan bahwa:

“Kerinci bukan hanya bagian dari rumpun Melayu, tetapi merupakan komunitas adat yang telah hidup berabad-abad dengan tradisi, nilai, dan struktur sosial yang mencerminkan karakter Melayu Tua di Nusantara.”

Ia juga mengajak generasi muda Kerinci untuk lebih mengenal dan memahami sejarah leluhurnya sendiri, sekaligus mendorong kalangan akademisi, lembaga pendidikan, dan peneliti untuk terus mendokumentasikan serta mengkaji warisan budaya Kerinci secara berkelanjutan.

Pelestarian Identitas dan Pembangunan Daerah

Menurut LAM-SAK, pemahaman yang utuh terhadap identitas sejarah Kerinci tidak hanya penting sebagai kebanggaan budaya, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pelestarian adat, penguatan pendidikan sejarah lokal, serta pengembangan peran budaya sebagai pilar pembangunan daerah.

Dengan dukungan bukti ilmiah, tambo adat, dan artefak sejarah yang masih tersimpan, LAM-SAK menilai penegasan ini sebagai upaya menempatkan Kerinci secara proporsional dalam narasi besar sejarah Melayu dan peradaban Indonesia.

Berita Terkait

HIPMI Kerinci Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga dari Kabut Asap
HBA Tutup Mubes I Debalang Negeri, Tekankan Penguatan Adat dan Marwah Negeri Jambi
Debalang Sungai Penuh dan Kerinci Hadiri Mubes Perdana, Perkuat Komitmen Jaga Marwah Adat
H. Ramli Thaha Terpilih Aklamasi Pimpin Debalang Negeri Sepucuk Jambi 2026–2030
Ramli Taha Dorong Debalang Jambi Bangun Fondasi Organisasi hingga Tingkat Kabupaten dan Kota
Mubes Perdana Debalang Provinsi Jambi Digelar, Pengurus Kabupaten/Kota Satukan Komitmen Perkuat Marwah Adat
Waka Polres Kerinci Cek SPBU Kumun, Pengawasan BBM Bersubsidi Diperketat
Jaga Adat Lamo Pusako Usang, Luhah Depati Kepalo Sembah Tegaskan Musyawarah dan Amanah Adat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:42 WIB

HIPMI Kerinci Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga dari Kabut Asap

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:03 WIB

HBA Tutup Mubes I Debalang Negeri, Tekankan Penguatan Adat dan Marwah Negeri Jambi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Debalang Sungai Penuh dan Kerinci Hadiri Mubes Perdana, Perkuat Komitmen Jaga Marwah Adat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:24 WIB

H. Ramli Thaha Terpilih Aklamasi Pimpin Debalang Negeri Sepucuk Jambi 2026–2030

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Ramli Taha Dorong Debalang Jambi Bangun Fondasi Organisasi hingga Tingkat Kabupaten dan Kota

Berita Terbaru