Presiden Iran Klaim AS dan Israel Dalangi Kerusuhan Lewat Aksi Teror

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teheran, Pribhumi.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuding Amerika Serikat (AS) dan Israel berada di balik gelombang kerusuhan yang melanda negaranya dalam beberapa pekan terakhir. Ia menilai kedua negara tersebut berupaya menciptakan instabilitas setelah gagal menundukkan Iran melalui konflik bersenjata pada Juni tahun lalu.

Dalam pernyataannya kepada televisi nasional Iran pada Senin (12/1/2026), Pezeshkian menyebut musuh-musuh Iran kini menggunakan strategi baru untuk melemahkan negara dengan memicu kekacauan dari dalam negeri.

Aksi protes yang awalnya muncul akibat tekanan ekonomi sejak bulan lalu, menurut Pezeshkian, telah berubah menjadi kekerasan terorganisasi. Ia mengecam serangan terhadap fasilitas umum, termasuk masjid, pasar, dan ruang publik di Teheran serta kota-kota lain.

Baca Juga :  Swiss Negara Paling Malas di Dunia? Fakta Ini Justru Membantahnya

Presiden Iran menuding AS dan Israel melatih kelompok tertentu baik di dalam maupun luar negeri, serta menyusupkan individu bersenjata yang disebutnya sebagai teroris asing untuk memperkeruh situasi.

“Mereka bukan demonstran. Mereka adalah perusuh terlatih yang melakukan pembunuhan, pembakaran, dan tindakan keji lainnya,” ujar Pezeshkian dalam wawancara yang dikutip media pemerintah Iran.

Ia menegaskan pemerintah tetap membuka ruang dialog bagi masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai. Namun, menurutnya, tindakan kekerasan yang terjadi tidak mencerminkan karakter rakyat Iran.

Baca Juga :  Dari Warisan Kolonial ke Nilai Pancasila, KUHP Baru Jadi Tonggak Sejarah Hukum Nasional

Lebih lanjut, Pezeshkian kembali menegaskan keyakinannya bahwa upaya destabilitasi ini merupakan kelanjutan dari kegagalan AS dan Israel dalam perang singkat selama 12 hari pada Juni tahun lalu.

Dalam pesannya kepada generasi muda, Pezeshkian meminta agar masyarakat tidak terpengaruh oleh provokasi dan tidak terlibat dalam aksi kekerasan yang merugikan stabilitas nasional.

“Menjawab keresahan rakyat adalah kewajiban kami. Namun menjaga ketertiban dan keselamatan seluruh masyarakat adalah tanggung jawab yang lebih besar,” tegasnya.

 

Berita Terkait

Dolar AS Tembus Rp17.658, Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang China Selatan, Dua Orang Tewas dan Ribuan Dievakuasi
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global
36 Negara Bentuk Pengadilan Khusus untuk Adili Vladimir Putin
Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah
Michael Carrick Beri Sinyal Segera Jadi Manajer Permanen MU
Liverpool Dibantai Aston Villa 4-2, Suporter Panik!
Produser Indonesia-Australia Bawa Film Horor Indonesia ke Cannes 2026

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Dolar AS Tembus Rp17.658, Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah

Senin, 18 Mei 2026 - 13:00 WIB

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang China Selatan, Dua Orang Tewas dan Ribuan Dievakuasi

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global

Senin, 18 Mei 2026 - 01:00 WIB

36 Negara Bentuk Pengadilan Khusus untuk Adili Vladimir Putin

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

Berita Terbaru

Pendidikan

Beasiswa Garuda 2026 Gelombang 2 Segera Dibuka, Ini Syaratnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 01:00 WIB

Kesehatan

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tips dan informasi

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, dari Rasa hingga Kandungan Kafein

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB