Vietnam Waspada Krisis Energi, Minta Bantuan Jepang dan Korea Selatan di Tengah Dampak Perang Timur Tengah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mulai menimbulkan dampak signifikan terhadap stabilitas energi global. Vietnam menjadi salah satu negara yang merasakan tekanan tersebut, terutama terkait pasokan minyak mentah.

Dalam upaya mengantisipasi gangguan pasokan, Vietnam meminta dukungan dari Jepang dan Korea Selatan untuk memperluas akses terhadap sumber minyak mentah. Permintaan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, Nguyen Hoang Long, saat menghadiri KTT Keamanan Energi yang berlangsung di Tokyo, Kamis (19/3/2026).

Dalam pertemuan bilateral, Nguyen Hoang Long berdiskusi dengan Wakil Menteri Urusan Internasional Jepang, Matsuo Takehiko, guna mencari solusi atas kebutuhan energi domestik Vietnam. Ia berharap Jepang dapat membantu membuka akses terhadap pasokan minyak mentah alternatif, mengingat negara tersebut memiliki cadangan energi yang kuat.

Baca Juga :  Golkar Respons Kritik PDIP soal Sumber Dana MBG

Selain itu, Long juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Energi Korea Selatan, Kim Jung-Kwan. Dalam kesempatan tersebut, Vietnam kembali meminta dukungan agar proses impor minyak mentah dapat berjalan lebih lancar di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Ketergantungan Vietnam terhadap minyak dari Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama kerentanannya. Saat ini, sekitar 87 persen impor minyak Vietnam berasal dari kawasan tersebut. Sementara itu, dua kilang minyak domestik hanya mampu memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan bahan bakar nasional.

Situasi semakin diperumit dengan terbatasnya cadangan strategis minyak Vietnam. Negara ini hanya memiliki cadangan setara sembilan hari impor bersih, jauh di bawah negara lain di kawasan Asia seperti Jepang dan Korea Selatan yang memiliki cadangan ratusan hari.

Baca Juga :  Dana Desa Rp 1 Miliar Raib,Bendahara Diduga Gelapkan Uang dan Kabur

Sebagian besar cadangan minyak Vietnam juga dikuasai oleh perusahaan distribusi yang fokus pada kebutuhan jangka pendek, bukan untuk penyimpanan darurat. Kondisi ini membuat Vietnam sangat rentan terhadap lonjakan harga minyak atau gangguan distribusi, termasuk potensi penutupan jalur vital seperti Selat Hormuz.

Jika krisis energi terus berlanjut, hal ini berpotensi menghambat target ambisius pertumbuhan ekonomi Vietnam. Pemerintah sebelumnya menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto sebesar 10 persen per tahun untuk periode 2026 hingga 2030, meningkat dari rata-rata 5,7 persen pada periode sebelumnya.

Sebagai langkah antisipatif, pemerintah Vietnam juga mulai mengimbau masyarakat untuk menghemat energi. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak, serta didorong menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berbagi kendaraan guna menekan konsumsi bahan bakar.

Berita Terkait

PPP Jambi Gelar Muscab Serentak, Perkuat Struktur Hadapi Pemilu 2029
Presiden Pastikan Demokrasi Sehat, Kritik Tidak Boleh Dibungkam
Trump Tunda Serangan ke Pembangkit Iran, Klaim Negosiasi Berjalan Positif
Prabowo Tegaskan Program MBG Tetap Jalan Meski Dunia Dilanda Krisis
Kim Jong Un Kembali Terpilih sebagai Presiden Korea Utara, Dinilai Sekadar Formalitas Politik
Anutin Charnvirakul Kembali Jadi PM Thailand, Usung Nasionalisme dan Stabilitas Ekonomi
Iran Andalkan Drone dan Ranjau Laut, Ancaman Penutupan Selat Hormuz Bisa Berlangsung Berbulan-bulan
Iran Luncurkan Rudal Generasi Baru ke Pangkalan AS dan Wilayah Israel

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 07:03 WIB

PPP Jambi Gelar Muscab Serentak, Perkuat Struktur Hadapi Pemilu 2029

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:00 WIB

Presiden Pastikan Demokrasi Sehat, Kritik Tidak Boleh Dibungkam

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:00 WIB

Trump Tunda Serangan ke Pembangkit Iran, Klaim Negosiasi Berjalan Positif

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00 WIB

Prabowo Tegaskan Program MBG Tetap Jalan Meski Dunia Dilanda Krisis

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:35 WIB

Kim Jong Un Kembali Terpilih sebagai Presiden Korea Utara, Dinilai Sekadar Formalitas Politik

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisniss

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan

Kamis, 2 Apr 2026 - 13:00 WIB