Putin Kecam Keras Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pribhumi.com — Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam keras kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang tewas dalam serangan udara pada Sabtu (1/3). Ia menyebut pembunuhan tersebut sebagai tindakan sinis yang melanggar norma kemanusiaan dan hukum internasional.

Dalam pesan resmi kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang dirilis oleh Kremlin dan dikutip Reuters, Putin menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Khamenei beserta anggota keluarganya.

Baca Juga :  PBB Dukung Kemerdekaan Palestina, Babak Baru Hukum Internasional Terbuka

Menurut pernyataan media pemerintah Iran, Khamenei meninggal dunia pada usia 86 tahun akibat serangan udara yang diduga dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Putin menilai sosok Khamenei sebagai tokoh penting yang berperan besar dalam mempererat hubungan persahabatan antara Rusia dan Iran hingga mencapai tingkat kemitraan strategis yang komprehensif.

Ia juga meminta agar simpati dan dukungan Rusia disampaikan kepada keluarga Khamenei, pemerintah, serta seluruh rakyat Iran.

Baca Juga :  Prediksi Prof Jiang Xueqin: Jika Perang AS dan Iran Berlanjut, Dunia Akan Berubah Total

Rusia dan Iran diketahui memiliki hubungan strategis yang kuat, termasuk kerja sama militer di sejumlah kawasan konflik seperti Suriah, Irak, hingga Ukraina. Moskow selama ini menjadi pemasok utama persenjataan bagi Teheran, sementara Iran turut memasok peralatan militer seperti drone kepada Rusia.

Berita Terkait

Jepang Perkenalkan Istilah “Kokushobi” untuk Hari Panas Ekstrem di Atas 40 Derajat Celsius
Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran
Para Ilmuwan terkejut Temukan Lele Raksasa 293 Kg
Negosiasi AS–Iran di Pakistan Buntu, Kedua Pihak Saling Tuding Soal Nuklir dan Syarat Perdamaian
Guterres Desak AS dan Iran Berunding dengan Iktikad Baik demi Perdamaian Langgeng
Perundingan Iran–AS di Islamabad Diprediksi Dimulai, Tegangan Timur Tengah Jadi Sorotan
AS Pilih Pakistan Jadi Mediator dengan Iran, Ini Alasan di Baliknya
Trump Desak Netanyahu Redam Serangan ke Lebanon, Ketegangan Iran–Israel Picu Penutupan Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:00 WIB

Jepang Perkenalkan Istilah “Kokushobi” untuk Hari Panas Ekstrem di Atas 40 Derajat Celsius

Sabtu, 18 April 2026 - 09:42 WIB

Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran

Senin, 13 April 2026 - 17:00 WIB

Para Ilmuwan terkejut Temukan Lele Raksasa 293 Kg

Senin, 13 April 2026 - 08:42 WIB

Negosiasi AS–Iran di Pakistan Buntu, Kedua Pihak Saling Tuding Soal Nuklir dan Syarat Perdamaian

Minggu, 12 April 2026 - 13:00 WIB

Guterres Desak AS dan Iran Berunding dengan Iktikad Baik demi Perdamaian Langgeng

Berita Terbaru