Pelajar SD di Palembang Tewas Usai Jatuh dari Lantai Dua Masjid, Diduga Tertancap Pagar Besi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Pribhumi.com – Peristiwa tragis menimpa seorang pelajar sekolah dasar di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Bocah berusia 7 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai dua sebuah masjid dan diduga tertancap pagar besi di bagian halaman belakang bangunan.

Korban diketahui bernama Zahran Aska Atahilian (7). Insiden tersebut terjadi di Masjid Islah, yang berada di Jalan KH Azhari, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 11.55 WIB.

Kapolsek Seberang Ulu II, Kompol Dedy Ardiansyah, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian pertama kali diketahui oleh pengurus serta marbot masjid yang berada di dalam bangunan menjelang waktu salat Zuhur.

“Benar, peristiwa itu terjadi pada Kamis sekitar pukul 11.55 WIB,” ujar Dedy, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, saat para pengurus sedang berada di dalam masjid, seorang anak tiba-tiba datang memberi tahu bahwa ada temannya yang terjatuh di bagian belakang masjid. Mendengar laporan tersebut, para saksi langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban.

Setibanya di tempat kejadian, korban ditemukan sudah tergeletak di lantai dengan posisi tubuh miring dan mengalami pendarahan cukup serius.

Baca Juga :  Bupati Monadi dan Wabup Murison Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Kecelakaan Travel Kerinci

Salah seorang saksi kemudian mengenali korban sebagai anak yang tinggal di sekitar lokasi masjid. Informasi tersebut segera disampaikan kepada keluarga korban.

Warga bersama keluarga kemudian berupaya membawa korban ke Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru menggunakan sepeda motor untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun setelah sempat mendapat penanganan dari tenaga medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Polisi menduga korban jatuh dari lantai dua bangunan masjid dan tubuhnya mengenai pagar besi yang berada di halaman belakang.

“Korban mengalami luka serius pada bagian leher dan perut akibat tertancap pagar besi setelah jatuh dari lantai dua,” jelas Dedy.

Meski demikian, pihak keluarga korban memutuskan untuk tidak melanjutkan proses pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah.

“Orang tua korban membuat surat pernyataan menolak dilakukan visum maupun autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Masjid Islah, Saiful Bahari, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi awal kejadian tersebut. Saat peristiwa berlangsung, ia bersama pengurus masjid lain sedang berada di dalam masjid sambil menunggu waktu salat Zuhur.

Menurutnya, kejadian baru diketahui setelah seorang anak datang dan memberi tahu bahwa ada temannya yang terjatuh di belakang masjid.

Baca Juga :  Bahasa Kias Kerinci, Identitas Budaya yang Mulai Tergerus Zaman

“Waktu itu kami sedang duduk menunggu azan Zuhur, tiba-tiba ada anak yang memberi tahu ada temannya jatuh. Kami langsung kaget dan menuju lokasi,” ungkapnya.

Tak lama setelah kejadian, ibu korban datang ke lokasi dan langsung membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Saiful menjelaskan, lokasi tempat korban jatuh merupakan bagian dari bangunan yang baru selesai dibangun. Area tersebut sebenarnya difungsikan sebagai tempat penampungan air untuk fasilitas toilet masjid.

“Bangunan itu baru selesai menjelang bulan puasa. Fungsinya sebagai penampungan air untuk WC masjid,” jelasnya.

Ia menambahkan, area tersebut sebenarnya tidak diperuntukkan bagi aktivitas umum dan hanya digunakan oleh petugas masjid untuk memeriksa kondisi penampungan air.

“Jalur itu khusus petugas, untuk mengecek penampungan air jika penuh. Memang belum sempat dipasang pagar pengaman,” katanya.

Pihak keluarga korban sendiri memilih untuk tidak banyak memberikan keterangan kepada publik. Mereka juga meminta masyarakat agar tidak lagi menyebarkan rekaman CCTV yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

 

Berita Terkait

KPK Tahan Bupati Muara Enim Edison dalam Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Disdikbud
Harga Sawit Turun Dua Pekan Terakhir, Petani Keluhkan Pupuk Mahal
PLN Minta Maaf atas Gangguan Listrik di Sumatera, Pemulihan Sistem Terus Dikebut
Cuaca Ekstrem Picu Gangguan Listrik Sumatra, PLN Lakukan Pemulihan Bertahap
Harimau Liar Teror warga, 17 Kerbau Warga Dimangsa Sejak April 2026
Wagub Bangka Belitung Hellyana Divonis 4 Bulan Penjara dalam Kasus Penipuan
Petani di Musi Rawas Kritis Diserang Beruang Saat Menanam Sawit
Pemkot Palembang Denda Rp500 Ribu bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

KPK Tahan Bupati Muara Enim Edison dalam Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Disdikbud

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:00 WIB

Harga Sawit Turun Dua Pekan Terakhir, Petani Keluhkan Pupuk Mahal

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:50 WIB

PLN Minta Maaf atas Gangguan Listrik di Sumatera, Pemulihan Sistem Terus Dikebut

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:12 WIB

Cuaca Ekstrem Picu Gangguan Listrik Sumatra, PLN Lakukan Pemulihan Bertahap

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:22 WIB

Harimau Liar Teror warga, 17 Kerbau Warga Dimangsa Sejak April 2026

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB