JAMBI, Pribhumi.com – Hari Raya Idul Fitri di Indonesia tidak hanya identik dengan ketupat dan pakaian baru. Ada satu tradisi yang selalu menghadirkan suasana haru dan penuh makna, yakni sungkeman.
Tradisi bersimpuh di hadapan orang tua ini telah menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat, khususnya di tanah Jawa. Sungkeman bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan simbol kuat yang mempererat hubungan antar generasi.
Lantas, apa sebenarnya makna di balik tradisi ini dan bagaimana asal-usulnya?
Pengertian Sungkeman
Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sungkem berarti sujud sebagai tanda hormat dan bakti. Dalam praktiknya, sungkeman merupakan prosesi permohonan maaf dari yang lebih muda kepada orang tua atau sosok yang dituakan.
Secara etimologis, istilah sungkeman diyakini berasal dari kata “sungke” yang berarti bahagia, dan “man” yang berarti memohon. Prosesi ini dilakukan dengan cara bersimpuh, kemudian mencium tangan orang tua dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan.
Makna Filosofis Sungkeman
Tradisi sungkeman menyimpan berbagai nilai luhur yang tidak lekang oleh waktu, di antaranya:
1. Simbol Kerendahan Hati
Sungkeman mengajarkan pentingnya menekan ego dan bersikap rendah hati. Posisi tubuh yang lebih rendah mencerminkan penghormatan dan kesadaran akan pentingnya bimbingan orang tua.
2. Wujud Bakti kepada Orang Tua
Dalam ajaran Islam, berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban utama. Sungkeman menjadi salah satu bentuk nyata penghormatan tersebut, sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Qur’an.
3. Sarana Memohon Maaf
Tradisi ini juga menjadi momen untuk saling memaafkan. Istilah “nyuwun ngapura” dalam bahasa Jawa menunjukkan kuatnya nilai pengampunan yang dipengaruhi ajaran Islam.
4. Pendidikan Karakter
Sungkeman berperan dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai kesopanan, rasa hormat, serta penghargaan terhadap orang tua ditanamkan melalui tradisi ini.
Sebagai bagian dari warisan budaya, sungkeman tidak hanya memperkuat hubungan keluarga, tetapi juga menjadi refleksi nilai-nilai luhur yang patut dijaga dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman.











