JAMBI, Pribhumi.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di wilayah Jambi pada awal tahun 2026. Organisasi lingkungan KKI Warsi mencatat adanya ratusan titik panas yang berpotensi memicu kebakaran di berbagai wilayah kabupaten.
Direktur KKI Warsi, Adi Junedi, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan yang dilakukan selama Januari hingga Februari 2026, pihaknya menemukan sekitar 193 hotspot yang tersebar di sejumlah daerah di Provinsi Jambi.
“Dalam dua bulan terakhir kami mencatat ada sekitar 193 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi,” ujarnya saat diskusi bersama media di Jambi
Menurutnya, jumlah titik panas tersebut harus menjadi peringatan dini bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama jika wilayah Jambi memasuki musim kemarau yang lebih panjang.
Adi menjelaskan bahwa kondisi tersebut mengingatkan pada peristiwa kebakaran besar yang pernah melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Jambi, seperti pada Kebakaran hutan dan lahan Indonesia 2015 dan Kebakaran hutan dan lahan Indonesia 2019 yang menyebabkan dampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa semua pihak perlu melakukan langkah mitigasi sejak dini agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Beberapa langkah pencegahan yang dinilai penting antara lain meningkatkan pengawasan di wilayah rawan kebakaran, memperkuat sistem peringatan dini, serta meningkatkan koordinasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam upaya penanggulangan karhutla.
KKI Warsi juga berharap pemerintah daerah dapat memperkuat kebijakan pencegahan dan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, sehingga ancaman karhutla di Provinsi Jambi dapat diminimalkan sejak awal.











