Jangan Tunggu Bau, Ini Waktu Ideal Mencuci Handuk Menurut Ahli

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Handuk mandi menjadi salah satu perlengkapan rumah tangga yang digunakan setiap hari, tetapi sering kali luput dari perhatian soal kebersihannya. Banyak orang tetap memakai handuk yang sama berulang kali tanpa mencucinya, padahal kebiasaan tersebut dapat memicu penumpukan kuman dan bakteri.

Meski terlihat bersih, handuk yang digunakan setelah mandi sebenarnya menyimpan berbagai sisa kotoran tubuh seperti sel kulit mati, minyak, hingga kelembapan yang menjadi tempat ideal berkembangnya mikroorganisme.

Dokter spesialis kulit sekaligus pendiri The Derm Institute, , menjelaskan bahwa handuk mandi sebaiknya dicuci setelah digunakan tiga hingga empat kali.

Menurutnya, kebiasaan mengganti handuk secara rutin dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri sekaligus mencegah munculnya bau tidak sedap.

Baca Juga :  Pemprov DKI Jamin Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Terdampak Banjir

Handuk yang dibiarkan lembap terlalu lama berpotensi menjadi sarang bakteri maupun jamur. Jika terus digunakan tanpa dicuci, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kulit seperti iritasi, jerawat, hingga infeksi.

Frekuensi mencuci handuk juga bergantung pada aktivitas dan kondisi lingkungan masing-masing orang. Mereka yang rutin berolahraga atau mudah berkeringat dianjurkan lebih sering mengganti handuk dibanding orang yang jarang berkeringat.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tingkat kelembapan tinggi juga perlu lebih waspada. Kondisi udara yang lembap membuat handuk lebih lama kering sehingga bakteri lebih mudah berkembang.

Baca Juga :  Ketua DPRD Magetan Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp242 Miliar, Langsung Ditahan

Tidak hanya soal mencuci, kondisi fisik handuk juga perlu diperhatikan. Handuk yang mulai terasa kasar, kehilangan kelembutan, atau tidak lagi menyerap air dengan baik menjadi tanda bahwa handuk tersebut sudah waktunya diganti baru.

Beberapa faktor seperti paparan sinar matahari, penggunaan klorin, cara mencuci, hingga intensitas pemakaian turut memengaruhi umur handuk mandi.

Meski sudah tidak layak dipakai untuk mandi, handuk lama sebenarnya masih bisa dimanfaatkan kembali. Handuk bekas dapat dijadikan kain lap rumah tangga atau disumbangkan ke penampungan hewan agar tetap memiliki nilai guna.

 

 

Berita Terkait

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi
5 Pilihan Warna Cat Rumah yang Berpotensi Kurang Menarik bagi Nyamuk, Apa Saja?
Ingin Tetap Sehat di Usia 40-an? Coba 5 Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur
Tidur Cukup tetapi Tubuh Masih Lemas? Konsumsi Kopi Bisa Jadi Salah Satu Pemicunya
Polusi Udara Berpotensi Merusak Fungsi Ginjal, Kenali Risiko dan Cara Mencegahnya
Kader Posyandu Desa amar sakti Raih Juara II Tingkat Provinsi, Dinkes Perkuat Pembinaan Kader Kesehatan
iPhone Duo Segera Hadir di Indonesia? Ini Spesifikasi dan Perkiraan Harganya
Smiling Depression, Depresi yang Tersembunyi di Balik Senyuman: Kenali 7 Gejalanya

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:50 WIB

5 Pilihan Warna Cat Rumah yang Berpotensi Kurang Menarik bagi Nyamuk, Apa Saja?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:35 WIB

Ingin Tetap Sehat di Usia 40-an? Coba 5 Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Tidur Cukup tetapi Tubuh Masih Lemas? Konsumsi Kopi Bisa Jadi Salah Satu Pemicunya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Polusi Udara Berpotensi Merusak Fungsi Ginjal, Kenali Risiko dan Cara Mencegahnya

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:03 WIB