Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com – Pemasangan ring jantung atau stent merupakan salah satu tindakan medis yang banyak dilakukan untuk membantu pasien dengan gangguan pembuluh darah koroner. Prosedur ini bertujuan membuka kembali pembuluh darah yang mengalami penyempitan atau penyumbatan agar aliran darah dan oksigen menuju otot jantung kembali normal.

Selama ini masih banyak anggapan bahwa ring jantung hanya dipasang ketika seseorang mengalami serangan jantung. Padahal, tindakan tersebut juga dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter apabila ditemukan penyempitan pembuluh darah yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan serius.

Apa Itu Ring Jantung?

Ring jantung atau stent merupakan alat berbentuk tabung kecil yang dipasang di dalam pembuluh darah koroner yang mengalami penyempitan. Alat ini berfungsi menjaga pembuluh darah tetap terbuka sehingga sirkulasi darah menuju jantung dapat berjalan lebih baik.

Dengan pemasangan ring, risiko terjadinya gangguan akibat aliran darah yang terhambat dapat dikurangi, termasuk risiko kerusakan otot jantung akibat kekurangan oksigen.

Penyebab Seseorang Harus Memasang Ring Jantung

Pemasangan ring jantung umumnya dilakukan pada pasien yang mengalami penyakit jantung koroner akibat penumpukan plak pada dinding pembuluh darah.

Plak tersebut biasanya terbentuk dari kumpulan kolesterol, lemak, kalsium, dan zat lainnya yang menumpuk dalam waktu lama. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga pasokan darah ke jantung terganggu.

Baca Juga :  9 Manfaat Bangun Pagi untuk Kesehatan Fisik, Bikin Tubuh Lebih Bugar dan Produktif

Beberapa kondisi yang dapat menjadi pertimbangan dokter untuk melakukan pemasangan ring antara lain:

Penyakit jantung koroner.

Penyempitan pembuluh darah koroner yang cukup berat.

Nyeri dada akibat kurangnya suplai darah ke jantung.

Serangan jantung akibat sumbatan pembuluh darah.

Hasil pemeriksaan kateterisasi menunjukkan adanya penyumbatan yang membutuhkan tindakan.

Risiko Setelah Pemasangan Ring Jantung

Meski menjadi tindakan yang umum dilakukan, pemasangan ring jantung tetap memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan.

Beberapa kemungkinan komplikasi antara lain:

Terjadinya pembekuan darah.

Serangan jantung.

Reaksi terhadap obat atau bahan medis tertentu.

Infeksi pada area tindakan.

Penyempitan kembali pada pembuluh darah yang telah dipasang ring.

Pada kondisi tertentu, risiko lain seperti stroke juga dapat terjadi, meskipun kasus tersebut relatif jarang.

Berapa Biaya Pemasangan Ring Jantung?

Biaya pemasangan ring jantung di Indonesia berbeda-beda tergantung rumah sakit, jenis ring yang digunakan, jumlah ring yang dipasang, serta tingkat kesulitan tindakan.

Secara umum, biaya pemasangan ring jantung dapat berkisar mulai dari sekitar Rp40 juta hingga lebih dari Rp100 juta.

Perkiraan biaya:

Rumah sakit umum atau swasta: sekitar Rp40 juta–Rp80 juta.

Baca Juga :  Kematian Anak 12 Tahun dengan Luka Lebam di Jampangkulon Diselidiki Polisi

Paket pemeriksaan kateterisasi dan pemasangan ring: mulai Rp55 juta–Rp65 juta.

Rumah sakit rujukan jantung: dapat mencapai Rp63 juta–Rp130 juta atau lebih tergantung kondisi pasien.

Besaran biaya tersebut dapat berubah sesuai kebijakan rumah sakit dan kebutuhan medis pasien.

Apakah Pemasangan Ring Jantung Ditanggung BPJS Kesehatan?

Pemasangan ring jantung termasuk salah satu tindakan medis yang dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan apabila pasien memenuhi ketentuan dan menjalani prosedur pelayanan sesuai aturan yang berlaku.

Tahapan yang perlu dilakukan peserta BPJS antara lain:

Melakukan pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas atau klinik.

Mendapatkan pemeriksaan awal dari dokter.

Memperoleh rujukan ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS.

Menjalani pemeriksaan dokter spesialis jantung.

Melakukan tindakan medis sesuai hasil diagnosis dan rekomendasi dokter.

Pemasangan ring jantung menjadi salah satu upaya medis untuk mengembalikan aliran darah pada pasien dengan penyumbatan pembuluh darah koroner. Meski memiliki risiko, tindakan ini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih berat apabila dilakukan sesuai indikasi medis.

Masyarakat yang mengalami gejala seperti nyeri dada berulang, sesak napas, atau tanda gangguan jantung lainnya disarankan segera melakukan pemeriksaan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Berita Terkait

Ingin Tetap Sehat di Usia 40-an? Coba 5 Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur
Tidur Cukup tetapi Tubuh Masih Lemas? Konsumsi Kopi Bisa Jadi Salah Satu Pemicunya
Polusi Udara Berpotensi Merusak Fungsi Ginjal, Kenali Risiko dan Cara Mencegahnya
Kader Posyandu Desa amar sakti Raih Juara II Tingkat Provinsi, Dinkes Perkuat Pembinaan Kader Kesehatan
Jangan Terkecoh Label Less Sugar, Kandungan Gula Minuman Kekinian Perlu Dicermati
Jangan Anggap Tidur Seharian saat Libur Bisa Ganti Utang Tidur
Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan
Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:35 WIB

Ingin Tetap Sehat di Usia 40-an? Coba 5 Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Tidur Cukup tetapi Tubuh Masih Lemas? Konsumsi Kopi Bisa Jadi Salah Satu Pemicunya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Polusi Udara Berpotensi Merusak Fungsi Ginjal, Kenali Risiko dan Cara Mencegahnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Kader Posyandu Desa amar sakti Raih Juara II Tingkat Provinsi, Dinkes Perkuat Pembinaan Kader Kesehatan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Jangan Terkecoh Label Less Sugar, Kandungan Gula Minuman Kekinian Perlu Dicermati

Berita Terbaru