Jangan Sepelekan! Ini Dampak Buruk Jarang Cuci Seprai dan Waktu Ideal Menggantinya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com — Menjaga kebersihan rumah bukan hanya soal ruang tamu atau dapur, tetapi juga area tempat tidur yang sering digunakan setiap hari. Salah satu hal penting yang kerap diabaikan adalah kebersihan seprai kasur. Padahal, seprai perlu diganti dan dicuci secara rutin untuk menjaga kenyamanan sekaligus kesehatan.

Seprai yang baru diganti memang memberikan sensasi tidur yang lebih nyaman. Namun lebih dari itu, kebiasaan mencuci seprai secara teratur dapat mencegah berbagai gangguan kesehatan yang sering tidak disadari.

Baca Juga :  Terungkap! Ini Ciri Kepribadian Berdasarkan Bulan Lahir yang Sering Tak Disadari

Selama digunakan, seprai dapat menampung berbagai kotoran seperti keringat, minyak tubuh, sel kulit mati, hingga kuman. Meski terlihat bersih, seprai sebenarnya bisa menjadi sarang mikroorganisme jika jarang dicuci.

Menunda mencuci seprai mungkin terasa praktis, tetapi kebiasaan ini berisiko menimbulkan masalah. Dalam jangka waktu tertentu, seprai yang kotor dapat menyebabkan iritasi kulit, munculnya jerawat, hingga bau tidak sedap akibat pertumbuhan bakteri.

Selain itu, seprai juga berpotensi menjadi tempat berkembangnya tungau debu. Kondisi ini bisa memicu alergi hingga memperburuk gejala asma, terutama bagi orang yang sensitif terhadap debu.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Dorong Penyatuan Adat Kerinci-Sungai Penuh, LAM-SAK Perkuat Jati Diri Adat Lamo Pasko Usang

Para ahli menyarankan agar seprai diganti setidaknya satu kali dalam seminggu. Namun, frekuensi ini bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Bagi orang yang mudah berkeringat, terutama saat tidur, seprai sebaiknya dicuci lebih sering untuk menjaga kebersihannya.

Dengan menjaga kebersihan seprai, kualitas tidur akan meningkat dan risiko gangguan kesehatan pun dapat diminimalkan.

Berita Terkait

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan
Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya
Bansos Kemensos 2026 Cair Bertahap, Begini Cara Cek Penerima PKH, BPNT hingga PIP Lewat NIK KTP
297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD
5 Sikap Pemimpin yang Bisa Menghancurkan Kepercayaan Tim, Jangan Diabaikan
Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan
Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas
DPR RI Buka Seleksi Anggota Badan Supervisi OJK 2026, Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:00 WIB

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan

Minggu, 28 Juni 2026 - 03:00 WIB

Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:00 WIB

Bansos Kemensos 2026 Cair Bertahap, Begini Cara Cek Penerima PKH, BPNT hingga PIP Lewat NIK KTP

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:00 WIB

297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:00 WIB

5 Sikap Pemimpin yang Bisa Menghancurkan Kepercayaan Tim, Jangan Diabaikan

Berita Terbaru