Iran Hentikan Akses Selat Hormuz Usai Serangan Militer AS dan Israel

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pribhumi.com — Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran memicu dampak strategis yang meluas, terutama di sektor energi global.

Sebagai respons terhadap eskalasi tersebut, Garda Revolusi Iran mengumumkan penghentian sementara aktivitas pelayaran di Selat Hormuz — jalur laut yang selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak dan gas dunia.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip kantor berita Tasnim, otoritas militer Iran menyebut kondisi keamanan di sekitar selat tidak lagi kondusif akibat meningkatnya agresi militer dan potensi balasan dari Teheran.

Baca Juga :  Imam Mahdi dalam Islam: Sosok, Ciri, dan Tanda-Tanda Kemunculannya di Akhir Zaman

Peringatan tersebut telah disiarkan kepada kapal-kapal yang berada di sekitar kawasan melalui komunikasi radio, dengan instruksi tegas bahwa tidak ada kapal yang diizinkan melintasi jalur tersebut hingga situasi dinyatakan aman.

Langkah ini secara efektif menghentikan lalu lintas tanker minyak dan kapal dagang, menjadikan Selat Hormuz dalam kondisi tertutup.

Selat strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan perairan internasional itu selama ini menjadi jalur vital bagi distribusi energi global, termasuk bagi negara-negara sekutu Barat. Sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah melewati jalur sempit tersebut.

Baca Juga :  Wisata Ekstrem di Rusia Berujung Maut, Turis Belarusia Hilang Terseret Arus Sungai Es

Secara geografis, Iran memiliki posisi dominan di pesisir utara selat, memberinya pengaruh besar terhadap akses keluar-masuk kapal energi dunia. Situasi ini menempatkan Selat Hormuz sebagai titik krusial dalam dinamika konflik, sekaligus sebagai potensi tekanan geopolitik terhadap pasar minyak internasional.

Penutupan jalur ini dikhawatirkan akan memicu lonjakan harga energi serta memperburuk ketidakstabilan ekonomi global apabila berlangsung dalam waktu lama.

Berita Terkait

Jepang Perkenalkan Istilah “Kokushobi” untuk Hari Panas Ekstrem di Atas 40 Derajat Celsius
Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran
Para Ilmuwan terkejut Temukan Lele Raksasa 293 Kg
Negosiasi AS–Iran di Pakistan Buntu, Kedua Pihak Saling Tuding Soal Nuklir dan Syarat Perdamaian
Guterres Desak AS dan Iran Berunding dengan Iktikad Baik demi Perdamaian Langgeng
Perundingan Iran–AS di Islamabad Diprediksi Dimulai, Tegangan Timur Tengah Jadi Sorotan
AS Pilih Pakistan Jadi Mediator dengan Iran, Ini Alasan di Baliknya
Trump Desak Netanyahu Redam Serangan ke Lebanon, Ketegangan Iran–Israel Picu Penutupan Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:00 WIB

Jepang Perkenalkan Istilah “Kokushobi” untuk Hari Panas Ekstrem di Atas 40 Derajat Celsius

Sabtu, 18 April 2026 - 09:42 WIB

Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran

Senin, 13 April 2026 - 17:00 WIB

Para Ilmuwan terkejut Temukan Lele Raksasa 293 Kg

Senin, 13 April 2026 - 08:42 WIB

Negosiasi AS–Iran di Pakistan Buntu, Kedua Pihak Saling Tuding Soal Nuklir dan Syarat Perdamaian

Minggu, 12 April 2026 - 13:00 WIB

Guterres Desak AS dan Iran Berunding dengan Iktikad Baik demi Perdamaian Langgeng

Berita Terbaru