Gaza Kembali Digempur Usai Kesepakatan Perdamaian Hamas-Israel Diumumkan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pribhumi.com  – Pejabat Pertahanan Sipil Gaza, Mohammed Al-Mughayyir, pada Kamis (9/10) mengungkapkan bahwa wilayah kantong Palestina Gaza kembali mengalami serangan udara hanya beberapa jam setelah pengumuman kesepakatan perdamaian tahap pertama antara Hamas dan Israel.

Menurut Al-Mughayyir, serangan tersebut terjadi di sejumlah titik, terutama di wilayah Gaza bagian utara, sesaat setelah kesepakatan gencatan senjata diumumkan.

“Sejak kesepakatan kerangka kerja gencatan senjata yang diusulkan di Gaza diumumkan tadi malam, sejumlah ledakan telah dilaporkan, terutama di wilayah-wilayah Gaza utara,” ujarnya seperti dikutip kantor berita AFP.

Baca Juga :  Pakistan Kerahkan Jet Tempur Lindungi Wilayah Udara Iran dari Ancaman Serangan Israel

Kesepakatan ini merupakan tahap awal dari rencana perdamaian Gaza yang diusulkan oleh Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada Rabu (8/10) menyampaikan bahwa kedua pihak telah menandatangani perjanjian yang diharapkan menjadi langkah menuju penghentian konflik panjang di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Menpar Tanggapi Kebijakan Trump, Pariwisata Jadi Andalan Hadapi Tekanan Global

Pihak Hamas kemudian mengonfirmasi bahwa kesepakatan tersebut mencakup penghentian perang di Jalur Gaza, penarikan pasukan Israel, pengiriman bantuan kemanusiaan, serta pertukaran tahanan.

Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan ketegangan belum sepenuhnya mereda. Warga Gaza dilaporkan masih mendengar dentuman dan serangan udara di beberapa lokasi, menandakan proses menuju perdamaian masih menghadapi tantangan besar.

Berita Terkait

Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang
Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Berita Terbaru