Inggris Restui Penggunaan Pangkalan Militer untuk Operasi Pertahanan terhadap Iran

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Pemerintah Inggris memberikan persetujuan kepada Amerika Serikat untuk memanfaatkan sejumlah fasilitas militer di wilayahnya guna melancarkan operasi yang disebut sebagai langkah pertahanan terhadap sistem rudal Iran dan instalasi peluncurnya. Keputusan tersebut ditegaskan sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan kolektif sekutu di kawasan.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan bahwa negaranya tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan tidak akan ambil bagian dalam tindakan ofensif lanjutan. Ia menekankan bahwa dukungan yang diberikan terbatas pada upaya defensif demi melindungi kepentingan bersama serta stabilitas regional.

Baca Juga :  PBB beri peringatan beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia!

Menurutnya, situasi yang berkembang menunjukkan eskalasi yang berpotensi meluas, sehingga pemerintah Inggris memilih untuk mendukung langkah pertahanan tanpa ikut serta dalam operasi penyerangan langsung. Starmer juga menegaskan bahwa penyelesaian melalui jalur diplomasi dan negosiasi tetap menjadi opsi terbaik bagi kawasan dan komunitas internasional.

Baca Juga :  Strategi Minum Air Putih yang Tepat agar Tetap Terhidrasi Selama Puasa Ramadan

Sebelumnya, Inggris bersama Prancis dan Jerman menyatakan kesiapan untuk melindungi kepentingan mereka dan para sekutu di wilayah Teluk apabila diperlukan, termasuk melalui tindakan defensif terhadap ancaman yang dinilai membahayakan keamanan regional.

Berita Terkait

PPP Jambi Gelar Muscab Serentak, Perkuat Struktur Hadapi Pemilu 2029
Presiden Pastikan Demokrasi Sehat, Kritik Tidak Boleh Dibungkam
Trump Tunda Serangan ke Pembangkit Iran, Klaim Negosiasi Berjalan Positif
Prabowo Tegaskan Program MBG Tetap Jalan Meski Dunia Dilanda Krisis
Kim Jong Un Kembali Terpilih sebagai Presiden Korea Utara, Dinilai Sekadar Formalitas Politik
Vietnam Waspada Krisis Energi, Minta Bantuan Jepang dan Korea Selatan di Tengah Dampak Perang Timur Tengah
Anutin Charnvirakul Kembali Jadi PM Thailand, Usung Nasionalisme dan Stabilitas Ekonomi
Iran Andalkan Drone dan Ranjau Laut, Ancaman Penutupan Selat Hormuz Bisa Berlangsung Berbulan-bulan

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 07:03 WIB

PPP Jambi Gelar Muscab Serentak, Perkuat Struktur Hadapi Pemilu 2029

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:00 WIB

Presiden Pastikan Demokrasi Sehat, Kritik Tidak Boleh Dibungkam

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:00 WIB

Trump Tunda Serangan ke Pembangkit Iran, Klaim Negosiasi Berjalan Positif

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00 WIB

Prabowo Tegaskan Program MBG Tetap Jalan Meski Dunia Dilanda Krisis

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:35 WIB

Kim Jong Un Kembali Terpilih sebagai Presiden Korea Utara, Dinilai Sekadar Formalitas Politik

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisniss

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan

Kamis, 2 Apr 2026 - 13:00 WIB