Indonesia Lewati Masa Kritis BBM, Pemerintah Pastikan Stok Energi Aman

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kondisi pasokan energi nasional kini telah melewati fase krisis yang sempat dipicu konflik di Timur Tengah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa situasi ketahanan energi Indonesia sudah kembali stabil setelah sebelumnya sempat terdampak oleh gejolak global, khususnya akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Konflik tersebut diketahui sempat mengganggu distribusi energi dunia, terutama ketika Iran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur vital pengiriman minyak internasional. Dampaknya, harga energi global sempat mengalami lonjakan signifikan.

Baca Juga :  Keutamaan Ayat 1000 Dinar: Amalan Pembuka Rezeki dan Jalan Keluar dari Kesulitan

Namun demikian, Bahlil menegaskan bahwa kondisi tersebut kini telah terkendali. Ia menyebut Indonesia sudah berhasil melewati masa sulit terkait pasokan BBM.

Menurutnya, ketersediaan energi nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Stok BBM disebut telah berada di atas ambang batas minimum, yakni lebih dari 20 hari. Sementara itu, cadangan LPG nasional juga masih terjaga dengan baik, berada di atas 10 hari.

Baca Juga :  Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Antam Naik Tipis, UBS dan Galeri24 Stabil

Meski kondisi pasokan relatif aman, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak. Penghematan dinilai penting guna menjaga stabilitas pasokan di tengah ketidakpastian global.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipatif agar konsumsi energi tetap terkendali dan tidak menimbulkan tekanan baru terhadap cadangan nasional di masa mendatang.

 

Berita Terkait

Prabowo: Indonesia Kaya SDA dan Sudah Swasembada Pangan, Saatnya Nilai Tambah Dinikmati Rakyat
Harga BBM Non-Subsidi Pertamina per 1 Juni 2026 Resmi Berubah
Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar
Harga Emas Antam Melonjak Rp25.000 per Gram, Tembus Rp2,799 Juta pada Akhir Mei 2026
Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ancaman Inflasi dan PHK Massal Mengintai
Tekanan Rupiah Belum Usai, Ini Penyebab Mata Uang Garuda Terus Melemah
Harga Emas Dunia Tersungkur Usai Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Menguat
Kemenkeu Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp67 Triliun

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 07:00 WIB

Harga BBM Non-Subsidi Pertamina per 1 Juni 2026 Resmi Berubah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:00 WIB

Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:00 WIB

Harga Emas Antam Melonjak Rp25.000 per Gram, Tembus Rp2,799 Juta pada Akhir Mei 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:00 WIB

Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ancaman Inflasi dan PHK Massal Mengintai

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tekanan Rupiah Belum Usai, Ini Penyebab Mata Uang Garuda Terus Melemah

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder di Kasus Korupsi Impor Bea Cukai

Senin, 1 Jun 2026 - 15:00 WIB