JAMBI, Pribhumi.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengalami lonjakan. Kenaikan paling mencolok terjadi pada daging sapi dan ayam, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk persiapan hidangan Lebaran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga daging sapi kini menyentuh Rp165.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam ikut merangkak naik hingga Rp42.000 per kilogram. Lonjakan harga ini dipicu tingginya permintaan serta keterbatasan pasokan dari distributor.
Tidak hanya daging, beberapa komoditas lain juga masih berada di harga tinggi. Cabai rawit merah dijual sekitar Rp70.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp45.000 per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp40.000 per kilogram.
Seorang pedagang di Pasar KM 5 Palembang, Sepin Tri, mengatakan kenaikan harga daging ayam sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir dan mencapai puncaknya menjelang Lebaran.
Menurutnya, kondisi ini merupakan fenomena tahunan akibat lonjakan permintaan masyarakat. Ia menyebutkan harga ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, kini naik signifikan menjadi Rp42.000 per kilogram karena stok terbatas.
Meski harga meningkat, aktivitas jual beli tetap ramai. Warga tetap membeli kebutuhan tersebut untuk berbagai hidangan khas Lebaran seperti rendang, opor, hingga pindang.
Hal serupa juga diungkapkan pedagang daging sapi, Bho Imora Sihaan. Ia menyebut permintaan yang tinggi membuat penjualan tetap stabil meski harga naik. Keterbatasan stok menjadi faktor utama kenaikan harga tersebut.
Di sisi lain, lonjakan permintaan juga terjadi pada bumbu masakan dan santan. Di Pasar 26 Ilir dan KM 5, pembeli ramai mencari bumbu siap pakai untuk menu seperti opor, rendang, malbi, dan tekwan.
Kedai bumbu dan santan seperti milik Cek Ayu dipadati pembeli sejak pagi. Para pegawai terlihat sibuk melayani permintaan yang terus berdatangan, terutama pada H-1 Lebaran.
Harga santan pun ikut mengalami kenaikan, dari sebelumnya Rp28.000 per kilogram menjadi Rp35.000 per kilogram.
Sejumlah pembeli mengaku memilih bumbu instan karena lebih praktis dan menghemat waktu. Dengan harga sekitar Rp10.000 per porsi, mereka tidak perlu lagi meracik bahan sendiri.
Pihak penjual menyebut lonjakan pembeli sudah terjadi sejak lima hari sebelum Lebaran dan terus meningkat hingga mendekati hari raya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan. Ia juga memastikan pemerintah akan terus memantau distribusi dan pasokan bahan pokok guna menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan.











