Hamas Nyatakan Siap Lepas Kendali Gaza, Pemerintahan Akan Dialihkan ke Tim Teknokrat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Kelompok Hamas menyatakan kesiapannya untuk menyerahkan pengelolaan pemerintahan Jalur Gaza kepada sebuah komite teknokrat Palestina. Langkah ini disebut sebagai bagian dari implementasi kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.

Selain itu, Hamas menuntut agar perlintasan Rafah di perbatasan Gaza–Mesir segera dibuka penuh dalam waktu dekat guna memulihkan mobilitas warga dan distribusi logistik.

Mengutip laporan AFP, Kamis (29/1/2026), pemerintahan sementara Gaza akan dijalankan oleh Komite Nasional Pemerintahan Gaza (National Committee for Gaza Administration/NCAG) yang terdiri dari 15 teknokrat Palestina. Komite ini dibentuk berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober lalu.

Baca Juga :  Ketua MPR RI Ahmad Muzani Kenang Pengalaman Jadi Wartawan, Tegaskan Kemanusiaan di Atas Segalanya

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan bahwa seluruh mekanisme penyerahan kekuasaan telah dipersiapkan secara administratif.

“Seluruh protokol telah dirampungkan dan dokumen disiapkan untuk memastikan proses transfer pemerintahan berjalan menyeluruh di semua sektor Gaza,” ujarnya.

NCAG akan bertanggung jawab mengelola administrasi sipil dan layanan publik pascaperang, di bawah pengawasan sebuah badan internasional bernama Dewan Perdamaian, yang dijadwalkan dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Komite tersebut dipimpin oleh Ali Shaath, mantan wakil menteri Otoritas Palestina. NCAG direncanakan memasuki Jalur Gaza setelah perlintasan Rafah kembali dibuka.

Baca Juga :  Badai Musim Dingin Parah Landa Amerika Serikat, Transportasi Lumpuh dan Krisis Listrik Meluas

Hamas menegaskan bahwa Rafah harus beroperasi dua arah tanpa pembatasan. Menurut Qassem, warga Gaza harus diberi kebebasan penuh untuk keluar dan masuk wilayah tersebut tanpa intervensi Israel.

Perlintasan Rafah merupakan satu-satunya akses Gaza ke dunia luar yang tidak melalui wilayah Israel. Namun, jalur ini ditutup sejak dikuasai militer Israel pada Mei 2024, dengan pengecualian pembukaan terbatas pada awal 2025 yang tidak berlangsung lama.

Sebelumnya, Ali Shaath mengungkapkan bahwa pembukaan penuh perlintasan Rafah di kedua arah ditargetkan terealisasi dalam pekan depan.

Berita Terkait

Insiden di Walking Street: Powerbank Terbakar, Turis Belgia Dilarikan ke RS
Dokumen AS Bongkar Email Epstein soal Upaya Menguasai Aset Libya Bernilai Miliaran Dolar
China Eksekusi 11 Anggota Jaringan Scam Myanmar, Terlibat Pembunuhan hingga Kasino Ilegal
Mantan Ibu Negara Korea Selatan Divonis Penjara 20 Bulan dalam Skandal Suap
Ilhan Omar Diserang Saat Orasi di Minnesota, Pelaku Langsung Diamankan Polisi
AS Kerahkan Gugus Tempur Kapal Induk ke Timur Tengah, Trump Pamer Kekuatan di Dekat Iran
Xi Jinping Singkirkan Jenderal Elite, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir China ke AS
Ancaman Terbuka Iran ke AS, Perang Timur Tengah di Ambang Pintu

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 11:00 WIB

Insiden di Walking Street: Powerbank Terbakar, Turis Belgia Dilarikan ke RS

Senin, 2 Februari 2026 - 09:35 WIB

Dokumen AS Bongkar Email Epstein soal Upaya Menguasai Aset Libya Bernilai Miliaran Dolar

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:00 WIB

Hamas Nyatakan Siap Lepas Kendali Gaza, Pemerintahan Akan Dialihkan ke Tim Teknokrat

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:00 WIB

China Eksekusi 11 Anggota Jaringan Scam Myanmar, Terlibat Pembunuhan hingga Kasino Ilegal

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:00 WIB

Mantan Ibu Negara Korea Selatan Divonis Penjara 20 Bulan dalam Skandal Suap

Berita Terbaru

Nasional

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan

Sabtu, 14 Feb 2026 - 08:45 WIB

Budaya dan Religi

Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Jumat, 13 Feb 2026 - 11:28 WIB

Sumbar

Asmadi Hilang Terseret Arus, SAR Tutup Operasi Lapangan

Selasa, 10 Feb 2026 - 17:09 WIB

Sosial

Monadi Soal Danau Kerinci

Selasa, 10 Feb 2026 - 10:39 WIB