Ancaman Terbuka Iran ke AS, Perang Timur Tengah di Ambang Pintu

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki fase paling berbahaya. Pemerintah Iran secara terbuka memperingatkan Washington bahwa Teheran siap melancarkan serangan balasan besar-besaran jika kembali menjadi sasaran agresi militer.

Peringatan keras itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui sebuah artikel opini di The Wall Street Journal yang terbit Selasa (20/1/2026). Dalam tulisannya, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan ragu menggunakan seluruh kekuatan militernya apabila diserang, mengacu pada konflik singkat namun intens dengan Israel pada Juni tahun lalu.

Ia menepis anggapan bahwa Iran hanya melontarkan ancaman kosong. Menurut Araghchi, konfrontasi berskala penuh akan berlangsung jauh lebih lama dan lebih brutal dibandingkan skenario singkat yang, menurutnya, selama ini digadang-gadang Israel dan sekutunya kepada Gedung Putih.

“Pasukan bersenjata kami tidak memiliki keraguan sedikit pun untuk membalas dengan seluruh kemampuan yang kami miliki jika kembali diserang. Perang terbuka akan menjadi konflik panjang dan melelahkan,” tulis Araghchi.

Baca Juga :  Anak 4 Tahun Meninggal di Wahana Istana Balon Sungai Penuh, Diduga Akibat Kelalaian Pengelola

Ia menekankan bahwa pesan tersebut disampaikan secara terbuka justru untuk mencegah pecahnya perang regional yang lebih luas. Araghchi memperingatkan, konflik besar di Timur Tengah tidak hanya akan menghancurkan kawasan, tetapi juga berdampak serius terhadap stabilitas global dan kehidupan masyarakat dunia.

Nada ancaman serupa juga disuarakan jajaran militer Iran. Jenderal Abolfazl Shekarchi menegaskan Teheran tidak akan tinggal diam apabila keselamatan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terancam.

“Kami akan membakar dunia pihak yang berani melakukan agresi dan tidak akan menyediakan satu pun tempat aman bagi musuh di kawasan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas ancaman terbuka Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam wawancara dengan News Nation, Trump kembali mengulang pernyataannya bahwa Iran akan “dihapus dari muka bumi” jika terbukti terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap dirinya.

“Saya telah memberikan instruksi yang sangat jelas. Jika sesuatu terjadi, mereka akan dihapus dari muka bumi ini,” kata Trump.

Baca Juga :  Gelombang Demonstrasi “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Tuntut Donald Trump Mundur

Di tengah perang pernyataan ini, situasi militer di lapangan turut memicu kekhawatiran internasional. Iran dilaporkan menutup wilayah udaranya pekan lalu sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan AS. Sementara itu, data pelacakan kapal menunjukkan kapal induk USS Abraham Lincoln telah melintasi Selat Malaka menuju Samudra Hindia, menandakan pengerahan kekuatan AS yang dapat mencapai Timur Tengah hanya dalam hitungan hari.

Ketegangan eksternal ini terjadi bersamaan dengan tekanan domestik yang belum mereda di Iran. Gelombang protes antipemerintah pasca-Revolusi 1979 telah menelan ribuan korban jiwa. Meski pemerintah Iran menuding campur tangan asing, termasuk AS dan Israel, kelompok hak asasi manusia mencatat sedikitnya 4.519 orang tewas dan lebih dari 26.300 warga ditangkap dalam aksi-aksi tersebut.

Kombinasi ancaman militer eksternal dan krisis internal membuat Iran berada di persimpangan berbahaya, sementara dunia internasional terus mencemaskan potensi pecahnya konflik besar di Timur Tengah.

Berita Terkait

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB