Cara Terbaik Mengolah Ubi Jalar Agar Nutrisi Tetap Maksimal

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com – Ubi jalar dikenal sebagai salah satu sumber karbohidrat kompleks yang kaya manfaat bagi kesehatan. Kandungan beta-karoten yang tinggi, terutama pada ubi jalar berwarna oranye, menjadikannya sumber vitamin A alami yang penting untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, serta merawat kesehatan kulit.

Para ahli gizi menyebutkan bahwa manfaat ubi jalar dapat diperoleh secara optimal apabila diolah dengan cara yang tepat. Metode memasak tertentu terbukti mampu mempertahankan kandungan nutrisi lebih baik dibandingkan cara lainnya.

Beta-karoten yang terdapat dalam ubi jalar merupakan zat yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Dalam satu buah ubi jalar ukuran sedang, kandungan vitamin A bahkan dapat memenuhi kebutuhan harian tubuh. Namun, karena beta-karoten termasuk nutrisi yang larut dalam lemak, penyerapannya akan lebih efektif jika dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat.

Menurut para ahli, cara terbaik mengolah ubi jalar adalah dengan mengukus atau merebusnya tanpa mengupas kulit. Proses pemasakan membantu memecah dinding sel tanaman sehingga beta-karoten menjadi lebih mudah diserap oleh sistem pencernaan.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Picu Gangguan Listrik Sumatra, PLN Lakukan Pemulihan Bertahap

Meski ubi jalar mentah memiliki kandungan beta-karoten yang tinggi, nutrisi tersebut masih terperangkap dalam struktur sel tanaman sehingga tidak mudah dimanfaatkan tubuh. Karena itu, memasak justru membantu meningkatkan ketersediaan nutrisi tersebut.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa metode mengukus dan merebus mampu mempertahankan lebih dari 80 persen kandungan beta-karoten yang ada pada ubi jalar. Hasil ini dinilai lebih baik dibandingkan metode memanggang atau menggoreng.

Selain menjaga kandungan beta-karoten, proses mengukus juga dianggap lebih efektif dalam mempertahankan vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C dan vitamin B6. Hal ini karena ubi tidak terendam langsung dalam air selama proses pemasakan.

Bagi yang memilih merebus ubi jalar, para ahli menyarankan agar air rebusannya tidak langsung dibuang. Air tersebut masih mengandung sebagian vitamin yang larut selama proses memasak dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan sup atau masakan lainnya.

Baca Juga :  Jangan Sepelekan! Ini Dampak Buruk Jarang Cuci Seprai dan Waktu Ideal Menggantinya

Kulit ubi jalar juga sebaiknya tidak dikupas sebelum dimasak. Berbagai penelitian menemukan bahwa kulit ubi mengandung antioksidan dalam jumlah tinggi, termasuk beta-karoten yang bermanfaat bagi tubuh.

Untuk membantu penyerapan beta-karoten, konsumsi ubi jalar dianjurkan bersama sumber lemak sehat. Cukup dengan sekitar satu sendok teh minyak zaitun atau makanan seperti alpukat, Greek yogurt full-fat, maupun selai kacang, manfaat nutrisinya dapat meningkat.

Meskipun metode mengukus dan merebus dianggap paling ideal, ubi jalar tetap bisa dinikmati dengan berbagai cara lain seperti dipanggang, dimasak menggunakan microwave, dihaluskan menjadi puree, maupun menggunakan air fryer. Selama dikonsumsi bersama sumber lemak sehat dan kulitnya tetap dipertahankan, ubi jalar tetap menjadi pilihan makanan bergizi untuk mendukung kesehatan sehari-hari.

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan
Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya
297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD
Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan
Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas
7 Cara Menjaga Kesehatan di Usia 40 Tahun ke Atas agar Tetap Bugar dan Produktif
Makan Malam dan Diabetes, Benarkah Ada Kaitannya?
Ramai Diperdebatkan, Ini Penjelasan Dokter soal MPASI Dini dan Waktu yang Tepat untuk Bayi Mulai Makan

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:00 WIB

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan

Minggu, 28 Juni 2026 - 03:00 WIB

Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:00 WIB

297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:00 WIB

Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB