Arab Saudi Ancam Aksi Militer, Ketegangan dengan Iran Kian Memanas

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan mengambil langkah militer sebagai respons atas serangan rudal dan drone yang diduga berasal dari Iran.

Dalam pernyataannya, Faisal menegaskan bahwa tekanan yang dilakukan Iran terhadap negara-negara tetangga justru akan berbalik merugikan Teheran sendiri. Ia juga menekankan bahwa Arab Saudi memiliki hak untuk mempertahankan diri jika situasi semakin memburuk.

“Kerajaan tidak akan tunduk pada tekanan. Sebaliknya, tekanan tersebut akan menjadi bumerang. Kami juga berhak mengambil tindakan militer bila diperlukan,” ujarnya usai pertemuan para menteri luar negeri di Riyadh, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga :  Breaking News! Banjir bandang dan tanah longsor tewaskan lebih dari 30 orang

Arab Saudi melaporkan adanya peningkatan serangan pada Rabu (18/3), bertepatan dengan pertemuan sejumlah menteri luar negeri dari negara-negara Arab dan Islam yang membahas dampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah ledakan keras dilaporkan terdengar di Riyadh, sementara pihak kementerian pertahanan menyatakan berhasil mencegat rudal balistik yang mengarah ke ibu kota.

Faisal menilai serangan yang terjadi saat berlangsungnya pertemuan diplomatik sebagai sinyal jelas bahwa Iran tidak menghargai upaya dialog.

“Penargetan Riyadh ketika para diplomat sedang berkumpul menunjukkan bagaimana Iran memandang diplomasi. Mereka tidak percaya pada dialog dengan negara tetangga,” tegasnya.

Baca Juga :  “Uhang Tuo Dalam Imbo”: Spiritualitas Kerinci yang Menjaga Harmoni Alam dan Manusia

Ia juga mengutuk serangan berulang terhadap fasilitas sipil di kawasan Teluk, termasuk infrastruktur vital seperti fasilitas minyak, bandara, dan permukiman warga. Klaim Iran yang menyebut serangan tersebut menargetkan kepentingan Amerika Serikat dinilai sebagai alasan yang lemah.

Dalam pernyataan bersama, para menteri luar negeri yang hadir mengecam keras penggunaan rudal balistik dan drone yang menyasar wilayah sipil. Mereka menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Selain itu, negara-negara peserta pertemuan juga menyerukan Iran untuk segera menghentikan serangan serta menurunkan eskalasi ketegangan demi menjaga stabilitas kawasan.

 

Berita Terkait

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas
Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Selidiki Ledakan yang Hantam Pasukan UNIFIL
Kim Jong Un Awasi Uji Mesin Roket Canggih, Korea Utara Percepat Ambisi Rudal Global
Gelombang Demonstrasi “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Tuntut Donald Trump Mundur
Zulhas Pastikan Pangan Indonesia Aman, Tak Bergantung pada Timur Tengah
Ratusan Penumpang Terlantar, Gangguan Penerbangan Meluas di Arab Saudi
Serangan Balasan Iran Hantam Pangkalan AS di Arab Saudi, Belasan Tentara Terluka
Serangan Israel ke Beirut Selatan Memanas, Hizbullah Tolak Gencatan Senjata

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:00 WIB

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00 WIB

Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Selidiki Ledakan yang Hantam Pasukan UNIFIL

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:59 WIB

Kim Jong Un Awasi Uji Mesin Roket Canggih, Korea Utara Percepat Ambisi Rudal Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:00 WIB

Gelombang Demonstrasi “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Tuntut Donald Trump Mundur

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:00 WIB

Zulhas Pastikan Pangan Indonesia Aman, Tak Bergantung pada Timur Tengah

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Kamis, 2 Apr 2026 - 23:59 WIB