Purbaya Diganti Suahasil, Ekonom Soroti Koordinasi Internal hingga Tantangan Fiskal

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com — Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara menjadi perhatian di tengah upaya pemerintah memperkuat pengelolaan fiskal dan meningkatkan kinerja penerimaan negara.

Sejumlah ekonom memberikan pandangan berbeda mengenai alasan di balik pergantian tersebut. Ada yang menilai keputusan itu berkaitan dengan persoalan koordinasi internal di lingkungan Kementerian Keuangan, sementara pandangan lain melihatnya sebagai bagian dari penyegaran pemerintahan menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudistira, menyebut persoalan koordinasi internal menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan.

Menurut Bhima, terdapat perbedaan pandangan terkait sejumlah kebijakan di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk persoalan pergantian pejabat eselon II dan mekanisme restitusi pajak.

Ia mengatakan, kebijakan penahanan restitusi pajak yang semula dikaitkan dengan pemeriksaan sektor sumber daya alam kemudian berdampak lebih luas ke sektor usaha lainnya. Kondisi tersebut, menurutnya, menimbulkan ketidakpuasan dari kalangan pelaku usaha.

Baca Juga :  Terobosan Baterai Silikon: Mobil Listrik Bisa Tempuh 1.000 Km Sekali Cas

Selain persoalan internal, Bhima juga menyinggung hubungan antara Kementerian Keuangan dengan Danantara mengenai setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp120 triliun.

Menurutnya, dinamika tersebut turut menjadi bagian dari evaluasi terhadap pola koordinasi dan komunikasi dalam pengelolaan kebijakan fiskal.

Bhima juga menilai gaya kepemimpinan dan komunikasi Purbaya menjadi salah satu aspek yang kemungkinan ikut dipertimbangkan pemerintah dalam keputusan reshuffle.

Namun, pandangan berbeda disampaikan Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad.

Tauhid melihat pergantian tersebut sebagai bagian dari dinamika pemerintahan sekaligus upaya menghadirkan penyegaran dalam pengelolaan fiskal nasional.

Ia menilai pemerintah membutuhkan figur yang mampu mendorong peningkatan penerimaan negara, memperbaiki kualitas belanja, sekaligus menjaga defisit anggaran tetap terkendali.

Dalam konteks tersebut, Suahasil dinilai memiliki modal pengalaman karena telah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum dipercaya sebagai Menteri Keuangan, Suahasil dikenal pernah menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan dalam pemerintahan sebelumnya.

Baca Juga :  Jejak Sejarah Kerinci: Naskah Melayu Kuno Ungkap Asal-usul Indrapura

Pengalaman panjang di internal kementerian tersebut dinilai dapat menjadi keuntungan karena Suahasil telah memahami mekanisme kerja, persoalan birokrasi, serta tantangan pengelolaan fiskal dari dalam institusi.

Tauhid menilai pengalaman tersebut berpotensi menjadi modal bagi Suahasil untuk menjalankan agenda perubahan yang diharapkan pemerintah.

Dengan demikian, pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan tidak hanya dapat dilihat dari sisi pergantian figur, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pemerintah menghadapi tantangan penerimaan negara, kualitas belanja, pengendalian defisit, serta koordinasi kebijakan ekonomi.

Berbagai pandangan ekonom tersebut menunjukkan bahwa alasan di balik reshuffle dapat dilihat dari sejumlah perspektif. Keputusan akhir pemerintah tentu menjadi kewenangan Presiden dan akan terlihat melalui arah kebijakan fiskal yang dijalankan oleh Menteri Keuangan yang baru.

Berita Terkait

Bank Jambi Upayakan M-Banking Kembali Aktif, Gubernur Al Haris Minta Sistem Keamanan Diperkuat
Pemerintah Lanjutkan Kajian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat, Penurunan Harga Minyak dan Penguatan Rupiah Jadi Pertimbangan
Pemerintah Pastikan Biodiesel B50 Mulai Berlaku Juli 2026, Uji Coba Capai Hasil Positif
39 Pemda Terancam Kesulitan Bayar Gaji PPPK
Pramono Anung Umumkan Ribuan Lowongan Kerja Padat Karya Bergaji UMP
Ekspor SDA Satu Pintu Resmi Berlaku, Pengusaha Ajukan Enam Masukan untuk Pemerintah
Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor
Prabowo: Indonesia Kaya SDA dan Sudah Swasembada Pangan, Saatnya Nilai Tambah Dinikmati Rakyat

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:32 WIB

Purbaya Diganti Suahasil, Ekonom Soroti Koordinasi Internal hingga Tantangan Fiskal

Senin, 22 Juni 2026 - 15:00 WIB

Bank Jambi Upayakan M-Banking Kembali Aktif, Gubernur Al Haris Minta Sistem Keamanan Diperkuat

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Lanjutkan Kajian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat, Penurunan Harga Minyak dan Penguatan Rupiah Jadi Pertimbangan

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Pastikan Biodiesel B50 Mulai Berlaku Juli 2026, Uji Coba Capai Hasil Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:00 WIB

39 Pemda Terancam Kesulitan Bayar Gaji PPPK

Berita Terbaru