Jadwal Tidur Berantakan Bisa Mengancam Kesehatan Jantung

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com – Banyak orang menganggap perubahan jam tidur dari hari ke hari sebagai hal yang sepele. Padahal, kebiasaan tidur yang tidak teratur dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan, terutama bagi jantung dan sistem pembuluh darah.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup dan konsisten setiap malam untuk melakukan proses pemulihan alami. Ketika waktu tidur terus berubah atau durasi tidur tidak mencukupi, berbagai sistem penting dalam tubuh dapat terganggu.

Ahli kardiologi Douglas Zuckermann menjelaskan bahwa kurang tidur membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk melakukan pemulihan yang dibutuhkan setiap malam. Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan hormon stres, seperti kortisol, menaikkan tekanan darah saat tidur, serta meningkatkan peradangan dalam tubuh.

Menurutnya, apabila kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, jantung akan bekerja lebih keras dari seharusnya. Akibatnya, risiko terkena hipertensi dan berbagai penyakit kardiovaskular menjadi lebih tinggi.

Gangguan Ritme Sirkadian

Salah satu dampak utama dari jadwal tidur yang tidak konsisten adalah terganggunya ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang bekerja selama 24 jam untuk mengatur berbagai fungsi penting, mulai dari siklus tidur, suhu tubuh, hingga produksi hormon.

Dalam kondisi normal, ritme sirkadian membantu seseorang merasa mengantuk pada malam hari dan terjaga pada pagi hari. Namun, paparan cahaya berlebih pada malam hari, kebiasaan begadang, pekerjaan shift, hingga aktivitas yang mengharuskan seseorang terjaga di tengah malam dapat mengganggu sistem tersebut.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Al Haris Raih “Innovative Government Award” pada Andalas Award ke-VI 2025

Ahli kardiologi Cynthia A. Kos menjelaskan bahwa gangguan ritme sirkadian dapat memicu peningkatan aktivitas sistem saraf simpatik yang membuat tubuh berada dalam kondisi siaga atau stres berkepanjangan. Situasi ini memberikan tekanan tambahan pada jantung dan pembuluh darah.

Tekanan Darah Tidak Turun Saat Malam

Secara alami, tekanan darah akan mengalami penurunan ketika seseorang tidur. Proses ini menjadi bagian penting dari mekanisme pemulihan tubuh.

Namun, pola tidur yang tidak teratur dapat menghambat terjadinya penurunan tekanan darah tersebut. Akibatnya, tekanan darah rata-rata tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama sehingga membebani pembuluh darah dan meningkatkan risiko gangguan jantung.

Ahli jantung Caroline Ball menyebutkan bahwa individu yang tidak mengalami penurunan tekanan darah saat tidur memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang memiliki pola tidur normal.

Mengacaukan Sistem Metabolisme

Selain memengaruhi jantung secara langsung, jadwal tidur yang berubah-ubah juga dapat mengganggu metabolisme tubuh. Kurang tidur sering kali membuat seseorang lebih mudah mengonsumsi makanan tinggi gula, camilan berkalori tinggi, atau minuman berkafein untuk mempertahankan energi sepanjang hari.

Kelelahan akibat kurang tidur juga dapat menurunkan motivasi untuk berolahraga dan menjalani pola hidup sehat. Dalam jangka panjang, kondisi ini berkontribusi terhadap peningkatan berat badan, tekanan darah tinggi, serta sindrom metabolik.

Baca Juga :  Heboh! Tuyul Gasak Uang warga di Palembang

Penelitian menunjukkan bahwa kualitas dan keteraturan tidur yang buruk berkaitan dengan meningkatnya indeks massa tubuh serta berbagai faktor risiko penyakit jantung lainnya.

Meningkatkan Peradangan dalam Tubuh

Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa pola tidur yang tidak teratur dapat memicu peradangan kronis. Peradangan ini berperan dalam proses aterosklerosis, yaitu penumpukan plak pada dinding arteri yang dapat menghambat aliran darah.

Ketika peradangan berlangsung terus-menerus, risiko terjadinya serangan jantung dan stroke ikut meningkat. Selain itu, kurang tidur juga dapat mengganggu keseimbangan hormon serta kemampuan tubuh mengatur kadar gula darah.

Menariknya, bukan hanya kurang tidur yang berbahaya. Tidur terlalu lama secara rutin juga dapat menimbulkan gangguan metabolisme, memperburuk regulasi gula darah, meningkatkan tekanan darah, serta memicu peradangan yang berkontribusi terhadap munculnya penyakit jantung.

Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat untuk menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap hari. Selain memenuhi kebutuhan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam per malam, waktu tidur dan bangun sebaiknya dilakukan pada jam yang relatif sama agar ritme biologis tubuh tetap terjaga dan kesehatan jantung dapat terlindungi.

Berita Terkait

Ramai Diperdebatkan, Ini Penjelasan Dokter soal MPASI Dini dan Waktu yang Tepat untuk Bayi Mulai Makan
Cara Terbaik Mengolah Ubi Jalar Agar Nutrisi Tetap Maksimal
Posisi Tidur Bisa Picu Kerutan Wajah? Simak Fakta Sleep Wrinkles dan Cara Mencegahnya
10 Menu Pendamping Daging Kurban Anti Kolesterol
9 Cara Bangun Pagi agar Tubuh Lebih Segar dan Hari Lebih Produktif
BGN Terapkan Aturan Baru MBG Mulai 2 Juni 2026, Dapur Tak Penuhi Standar Terancam Disetop
7 Makanan dan Minuman yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Otak
Tidak Sarapan Bisa Berdampak Fatal, Ini Penjelasan Lengkapnya

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:00 WIB

Ramai Diperdebatkan, Ini Penjelasan Dokter soal MPASI Dini dan Waktu yang Tepat untuk Bayi Mulai Makan

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:00 WIB

Jadwal Tidur Berantakan Bisa Mengancam Kesehatan Jantung

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:00 WIB

Cara Terbaik Mengolah Ubi Jalar Agar Nutrisi Tetap Maksimal

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:00 WIB

Posisi Tidur Bisa Picu Kerutan Wajah? Simak Fakta Sleep Wrinkles dan Cara Mencegahnya

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:00 WIB

10 Menu Pendamping Daging Kurban Anti Kolesterol

Berita Terbaru

Tips dan informasi

5 Warna Cat Rumah yang Bikin Suasana Lebih Bahagia dan Nyaman

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:00 WIB

Kesehatan

Jadwal Tidur Berantakan Bisa Mengancam Kesehatan Jantung

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:00 WIB