JAMBI, Pribhumi.com – Banyak orang menganggap perubahan jam tidur dari hari ke hari sebagai hal yang sepele. Padahal, kebiasaan tidur yang tidak teratur dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan, terutama bagi jantung dan sistem pembuluh darah.
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup dan konsisten setiap malam untuk melakukan proses pemulihan alami. Ketika waktu tidur terus berubah atau durasi tidur tidak mencukupi, berbagai sistem penting dalam tubuh dapat terganggu.
Ahli kardiologi Douglas Zuckermann menjelaskan bahwa kurang tidur membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk melakukan pemulihan yang dibutuhkan setiap malam. Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan hormon stres, seperti kortisol, menaikkan tekanan darah saat tidur, serta meningkatkan peradangan dalam tubuh.
Menurutnya, apabila kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, jantung akan bekerja lebih keras dari seharusnya. Akibatnya, risiko terkena hipertensi dan berbagai penyakit kardiovaskular menjadi lebih tinggi.
Gangguan Ritme Sirkadian
Salah satu dampak utama dari jadwal tidur yang tidak konsisten adalah terganggunya ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang bekerja selama 24 jam untuk mengatur berbagai fungsi penting, mulai dari siklus tidur, suhu tubuh, hingga produksi hormon.
Dalam kondisi normal, ritme sirkadian membantu seseorang merasa mengantuk pada malam hari dan terjaga pada pagi hari. Namun, paparan cahaya berlebih pada malam hari, kebiasaan begadang, pekerjaan shift, hingga aktivitas yang mengharuskan seseorang terjaga di tengah malam dapat mengganggu sistem tersebut.
Ahli kardiologi Cynthia A. Kos menjelaskan bahwa gangguan ritme sirkadian dapat memicu peningkatan aktivitas sistem saraf simpatik yang membuat tubuh berada dalam kondisi siaga atau stres berkepanjangan. Situasi ini memberikan tekanan tambahan pada jantung dan pembuluh darah.
Tekanan Darah Tidak Turun Saat Malam
Secara alami, tekanan darah akan mengalami penurunan ketika seseorang tidur. Proses ini menjadi bagian penting dari mekanisme pemulihan tubuh.
Namun, pola tidur yang tidak teratur dapat menghambat terjadinya penurunan tekanan darah tersebut. Akibatnya, tekanan darah rata-rata tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama sehingga membebani pembuluh darah dan meningkatkan risiko gangguan jantung.
Ahli jantung Caroline Ball menyebutkan bahwa individu yang tidak mengalami penurunan tekanan darah saat tidur memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang memiliki pola tidur normal.
Mengacaukan Sistem Metabolisme
Selain memengaruhi jantung secara langsung, jadwal tidur yang berubah-ubah juga dapat mengganggu metabolisme tubuh. Kurang tidur sering kali membuat seseorang lebih mudah mengonsumsi makanan tinggi gula, camilan berkalori tinggi, atau minuman berkafein untuk mempertahankan energi sepanjang hari.
Kelelahan akibat kurang tidur juga dapat menurunkan motivasi untuk berolahraga dan menjalani pola hidup sehat. Dalam jangka panjang, kondisi ini berkontribusi terhadap peningkatan berat badan, tekanan darah tinggi, serta sindrom metabolik.
Penelitian menunjukkan bahwa kualitas dan keteraturan tidur yang buruk berkaitan dengan meningkatnya indeks massa tubuh serta berbagai faktor risiko penyakit jantung lainnya.
Meningkatkan Peradangan dalam Tubuh
Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa pola tidur yang tidak teratur dapat memicu peradangan kronis. Peradangan ini berperan dalam proses aterosklerosis, yaitu penumpukan plak pada dinding arteri yang dapat menghambat aliran darah.
Ketika peradangan berlangsung terus-menerus, risiko terjadinya serangan jantung dan stroke ikut meningkat. Selain itu, kurang tidur juga dapat mengganggu keseimbangan hormon serta kemampuan tubuh mengatur kadar gula darah.
Menariknya, bukan hanya kurang tidur yang berbahaya. Tidur terlalu lama secara rutin juga dapat menimbulkan gangguan metabolisme, memperburuk regulasi gula darah, meningkatkan tekanan darah, serta memicu peradangan yang berkontribusi terhadap munculnya penyakit jantung.
Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat untuk menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap hari. Selain memenuhi kebutuhan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam per malam, waktu tidur dan bangun sebaiknya dilakukan pada jam yang relatif sama agar ritme biologis tubuh tetap terjaga dan kesehatan jantung dapat terlindungi.






