JAMBI, Pribhumi.com — Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia. Berdasarkan data Worldometer tahun 2026, rata-rata usia harapan hidup masyarakat Jepang mencapai 85,1 tahun.
Panjang umur masyarakat Jepang tidak terlepas dari pola hidup sehat yang diterapkan sejak dini. Selain aktif bergerak dan rutin berolahraga, mereka juga sangat memperhatikan asupan makanan sehari-hari.
Masyarakat Jepang dikenal selektif dalam memilih makanan. Ada beberapa jenis makanan yang jarang bahkan dihindari karena dinilai dapat memicu berbagai gangguan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Berikut sejumlah makanan yang umumnya dibatasi oleh orang Jepang demi menjaga kesehatan tubuh dan kualitas hidup.
1. Hamburger
Hamburger memang menjadi makanan favorit di berbagai negara. Namun, masyarakat Jepang cenderung membatasi konsumsi makanan cepat saji ini karena kandungan garam, lemak jenuh, dan lemak trans yang cukup tinggi.
Kandungan tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL dalam darah dan berisiko memicu penyakit jantung jika dikonsumsi terlalu sering.
2. Hot Dog
Olahan daging seperti hot dog juga termasuk makanan yang jarang dikonsumsi masyarakat Jepang. Ahli nutrisi Michiko Tomioka menyebutkan bahwa makanan olahan mengandung kadar garam dan lemak jenuh tinggi yang dapat meningkatkan risiko penyakit kronis.
Konsumsi berlebihan makanan olahan disebut berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal hingga kanker payudara.
3. Sereal Manis untuk Sarapan
Meski praktis, sereal sarapan dengan kandungan gula tinggi bukan pilihan utama masyarakat Jepang. Mereka lebih memilih menu sarapan tradisional yang kaya nutrisi dan rendah gula.
Beberapa menu sarapan khas Jepang antara lain natto, onigiri, nasi dengan sup miso, hingga tamagoyaki. Pola makan ini dinilai lebih sehat dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
4. Permen
Makanan manis seperti permen juga tidak terlalu populer untuk dikonsumsi rutin. Kandungan gula tinggi dalam permen dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan meningkatkan risiko diabetes serta obesitas.
Selain itu, beberapa jenis permen yang mengandung pemanis tambahan dan pati jagung dinilai kurang baik bagi kesehatan jantung maupun otak jika dikonsumsi berlebihan.
5. Keju Krim
Walaupun produk susu dikenal kaya nutrisi, keju krim termasuk makanan yang dibatasi masyarakat Jepang. Jenis keju ini mengandung kadar kolesterol cukup tinggi dibandingkan produk susu lainnya.
Dalam satu ons keju krim saja terdapat sekitar 27 miligram kolesterol, sehingga konsumsi berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, terutama kesehatan jantung.
Pola makan sederhana, seimbang, dan rendah makanan olahan menjadi salah satu kunci masyarakat Jepang memiliki usia panjang dan tubuh yang tetap sehat hingga lanjut usia.
Editor : Safwandi., Dpt






