JAMBI, Pribhumi.com – Video seorang pria yang mengaku harus rutin menjalani cuci darah akibat terlalu sering mengonsumsi mi instan viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Banyak warganet kemudian mempertanyakan apakah konsumsi mi instan secara berlebihan benar-benar dapat menyebabkan gagal ginjal.
Sejumlah penelitian kesehatan menyebutkan bahwa konsumsi mi instan secara berlebihan memang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama tekanan darah tinggi atau hipertensi yang berkaitan erat dengan kerusakan ginjal.
Berdasarkan kajian yang dipublikasikan dalam jurnal Universitas Ngudi Waluyo, makanan instan seperti mi instan mengandung kadar natrium cukup tinggi yang berpotensi meningkatkan tekanan darah apabila dikonsumsi terlalu sering dalam jangka panjang.
Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa hipertensi terjadi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus. Kondisi ini dapat memicu kerusakan organ penting seperti ginjal, jantung, hingga otak apabila tidak ditangani dengan baik.
Penelitian itu juga mengutip rekomendasi World Health Organization (WHO) yang menyarankan konsumsi natrium tidak lebih dari 2 gram per hari atau setara sekitar 5 gram garam. Sementara itu, kandungan natrium dalam satu bungkus mi instan disebut dapat mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Natrium sendiri merupakan mineral penting yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Namun jika dikonsumsi berlebihan, garam dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah pada ginjal sehingga aliran darah terganggu dan tekanan darah meningkat.
Selain itu, kandungan sodium dalam monosodium glutamat (MSG) yang terdapat pada bumbu mi instan juga disebut dapat memicu retensi cairan dalam tubuh dan merangsang pelepasan hormon adrenalin. Kondisi tersebut membuat jantung bekerja lebih cepat sehingga tekanan darah menjadi lebih tinggi.
Para ahli kesehatan menegaskan bahwa mi instan tidak secara langsung menyebabkan gagal ginjal dalam waktu singkat. Namun, pola konsumsi berlebihan tanpa diimbangi pola makan sehat, kurang minum air putih, serta gaya hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit ginjal kronis.
Karena itu, masyarakat disarankan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi garam dan lebih memperhatikan asupan gizi seimbang guna menjaga kesehatan ginjal dan tekanan darah tetap stabil.
Editor : Safwandi., Dpt






