Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.995 per Dolar AS, Sentimen Global Masih Menekan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com — Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada perdagangan awal pekan. Pada Senin pagi (31/3), mata uang Garuda berada di posisi Rp16.995 per dolar Amerika Serikat (AS), naik 7 poin atau sekitar 0,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi. Yen Jepang dan baht Thailand masing-masing mengalami pelemahan, sementara yuan China dan peso Filipina mencatat penguatan. Di sisi lain, won Korea Selatan turut melemah cukup dalam.

Untuk mata uang regional lainnya, dolar Singapura mencatat penguatan tipis, sedangkan dolar Hong Kong sedikit terkoreksi pada pembukaan perdagangan pagi.

Baca Juga :  Kemenkop Genjot Pembangunan 20 Ribu Gerai Kopdes Merah Putih Beroperasi pada Awal 2026

Sementara itu, mata uang utama negara maju secara umum bergerak di zona positif. Euro, poundsterling Inggris, dan franc Swiss kompak menguat terhadap dolar AS. Tren serupa juga terjadi pada dolar Australia dan dolar Kanada yang sama-sama mencatat kenaikan.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyampaikan bahwa penguatan rupiah dipengaruhi oleh pernyataan dovish dari pejabat bank sentral Amerika Serikat (The Fed), termasuk Ketua The Fed, Jerome Powell.

Baca Juga :  Apartemen Superpadat di China, Satu Gedung Dihuni Hingga 20 Ribu Orang

Namun demikian, ia menilai penguatan rupiah masih terbatas. Hal ini disebabkan oleh sentimen pasar global yang cenderung negatif, serta kenaikan harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Rupiah berpotensi menguat, tetapi ruang penguatannya terbatas karena tekanan eksternal masih cukup besar,” ujar Lukman.

Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.950 hingga Rp17.050 per dolar AS.

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan
Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 April 2026, Harga Tetap
Pembatasan BBM Mulai 1 April 2026, Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi per Kendaraan
WFH Setiap Jumat Digagas Pemerintah, Strategi Hemat BBM di Tengah Ancaman Krisis Energi
Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas
Purbaya Tegur Ekonom Soal Isu Ekonomi Hancur: Jangan Sebar Ketakutan Tanpa Data
Konflik Timur Tengah Tekan Harga Emas, Beralih ke Dolar Jadi Tren
Wacana Pangkas Gaji Menteri dan DPR, Efektifkah Tekan Defisit APBN?

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan

Rabu, 1 April 2026 - 19:53 WIB

Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 April 2026, Harga Tetap

Rabu, 1 April 2026 - 11:00 WIB

Pembatasan BBM Mulai 1 April 2026, Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi per Kendaraan

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:00 WIB

WFH Setiap Jumat Digagas Pemerintah, Strategi Hemat BBM di Tengah Ancaman Krisis Energi

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:00 WIB

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisniss

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan

Kamis, 2 Apr 2026 - 13:00 WIB