Teknik “Zombie ZIP” Ditemukan, Malware Bisa Sembunyi di File Rusak dan Lolos Antivirus

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Dunia keamanan siber kembali dihadapkan pada ancaman baru setelah peneliti menemukan teknik bernama Zombie ZIP, yang memungkinkan malware disembunyikan dalam file arsip ZIP yang sengaja dibuat rusak.

Metode ini bekerja dengan memanipulasi bagian header pada file ZIP. Header sendiri merupakan komponen penting yang berisi informasi metadata seperti metode kompresi, versi, serta parameter lain yang dibutuhkan untuk membaca isi arsip. Dengan merusak bagian ini, aplikasi pengarsip populer seperti 7-Zip dan WinRAR tidak mampu mengenali metode kompresi yang digunakan.

Akibatnya, banyak antivirus menganggap file tersebut sebagai arsip rusak biasa atau data tidak berbahaya, sehingga tidak melakukan deteksi lebih lanjut. Padahal, isi sebenarnya tetap terkompresi menggunakan algoritma Deflate—metode kompresi lossless yang dikembangkan oleh Phil Katz untuk PKZIP sejak 1990.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Bagan Pete, Siap Tampung 1.080 Siswa Kurang Mampu

Dalam skenario serangan, pelaku dapat menyebarkan file ZIP yang tampak rusak kepada korban. Malware di dalamnya baru bisa diakses menggunakan alat khusus yang mengabaikan metadata header dan langsung membaca data mentah dari arsip tersebut.

Kerentanan ini telah didaftarkan dengan kode CVE-2026-0866. Dalam pengujian yang dilakukan peneliti, teknik Zombie ZIP disebut mampu menghindari deteksi hingga sekitar 98 persen mesin antivirus di platform VirusTotal.

Sejumlah produk keamanan ternama seperti Bitdefender, Kaspersky, dan Microsoft Defender bahkan dilaporkan belum mengenali arsip yang telah dimanipulasi tersebut sebagai ancaman pada tahap pengujian awal.

Meski begitu, tidak semua ahli sepakat bahwa teknik ini merupakan ancaman kritis. Beberapa analis malware menilai bahwa file tersebut pada dasarnya serupa dengan arsip rusak atau file ZIP yang dilindungi kata sandi, yang memang memerlukan metode khusus untuk dibuka.

Baca Juga :  Astronaut Artemis II Ungkap Pengalaman Haru: Bumi Terlihat Seperti Sekoci di Tengah Semesta

Sementara itu, peneliti dari CERT Coordination Center di Carnegie Mellon University menyebutkan bahwa masih ada beberapa alat ekstraksi yang mampu mendeteksi dan membuka arsip yang telah dimodifikasi tersebut.

Para ahli pun menyarankan agar pengembang antivirus tidak hanya bergantung pada metadata saat memindai file terkompresi. Di sisi lain, pengguna diimbau untuk tetap waspada, terutama saat mengunduh dan membuka file ZIP dari sumber yang tidak terpercaya, karena file yang tampak rusak sekalipun bisa saja menyimpan ancaman berbahaya.

 

Berita Terkait

BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, MPV Hybrid Plug-in Irit hingga 65 Km per Liter
Google Uji Coba Aturan Baru Gmail, Akun Tanpa Nomor HP Hanya Dapat Penyimpanan 5GB
Samsung Galaxy Segera Bisa Transfer File ke iPhone
Apple Resmi Rilis iPad Air M4 di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
Uni Eropa Blokir Pendanaan Teknologi Surya China, Khawatir Picu Gangguan Listrik Massal
iPhone Air 2 Disebut Jadi Satu-satunya Ponsel Ultra Tipis, Kompetitor Mundur
Aplikasi Mammora Bantu Perempuan Deteksi Dini Kanker Payudara Lewat SADARI
Honor 600 Series Resmi Rilis Global, Desain Mirip iPhone 17 Pro dan Dibekali Kamera 200 MP

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:01 WIB

Google Uji Coba Aturan Baru Gmail, Akun Tanpa Nomor HP Hanya Dapat Penyimpanan 5GB

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:00 WIB

Samsung Galaxy Segera Bisa Transfer File ke iPhone

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:00 WIB

Apple Resmi Rilis iPad Air M4 di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:00 WIB

Uni Eropa Blokir Pendanaan Teknologi Surya China, Khawatir Picu Gangguan Listrik Massal

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:00 WIB

iPhone Air 2 Disebut Jadi Satu-satunya Ponsel Ultra Tipis, Kompetitor Mundur

Berita Terbaru

Kesehatan

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tips dan informasi

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, dari Rasa hingga Kandungan Kafein

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

Infotainment

Aktris China Qi Wei Jadi Sorotan di Cannes 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:00 WIB