Aplikasi Mammora Bantu Perempuan Deteksi Dini Kanker Payudara Lewat SADARI

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Risiko kanker payudara masih menjadi ancaman serius bagi perempuan di Indonesia. Data menunjukkan bahwa satu dari sepuluh perempuan berpotensi mengalami penyakit ini. Sayangnya, sebagian besar kasus baru diketahui ketika sudah berada pada stadium lanjut, sehingga penanganannya menjadi lebih kompleks dan peluang kesembuhan menurun.

Kondisi tersebut mendorong Shani bersama timnya mengembangkan Mammora, sebuah aplikasi yang dirancang untuk membantu perempuan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) secara mandiri, mudah, dan terjadwal.

Shani, selaku Project Manager Mammora, mengungkapkan bahwa ide ini berangkat dari pengalaman pribadi timnya. Salah satu anggota tim pernah mengalami tumor payudara di usia muda dan harus menjalani operasi. Pengalaman tersebut menjadi pemicu untuk menciptakan solusi agar perempuan lain dapat lebih cepat mengenali tanda-tanda awal.

Mammora hadir dengan fitur utama yang menjawab kebingungan umum seputar SADARI, mulai dari cara melakukan pemeriksaan, bagian yang perlu diperhatikan, hingga waktu terbaik untuk melakukannya.

Baca Juga :  Pemotor Meninggal Dunia Usai Adu Banteng dengan Truk di Gamping Sleman

Aplikasi ini menyediakan dua metode pemeriksaan, yakni pemeriksaan visual di depan cermin untuk melihat perubahan fisik seperti warna kulit atau bentuk, serta pemeriksaan sentuhan dalam posisi berbaring yang mengikuti panduan medis dari WHO dan Kementerian Kesehatan.

Keunggulan Mammora terletak pada integrasinya dengan siklus menstruasi pengguna. Aplikasi akan secara otomatis memberikan pengingat waktu ideal melakukan SADARI, yakni pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah hari pertama menstruasi, saat kondisi payudara lebih rileks dan mudah diperiksa.

Setelah melakukan pemeriksaan, pengguna akan mendapatkan laporan yang dapat disimpan sebagai catatan kesehatan. Jika ditemukan hal mencurigakan, pengguna bisa menandai lokasi pada model 3D payudara di aplikasi. Data tersebut dapat digunakan sebagai referensi saat berkonsultasi dengan tenaga medis.

Dalam proses pengembangan, tim Mammora juga melibatkan tenaga profesional, termasuk dokter bedah umum dr. Daniel di Jakarta. Salah satu fokus utamanya adalah penggunaan bahasa yang ramah, tidak menakutkan, namun tetap sesuai kaidah medis.

Baca Juga :  Kementerian ESDM umumkan kenaikan tarif listrik PLN per kWh khusus untuk 13 golongan

Selain itu, dukungan dari Apple Developer Academy turut membantu pengembangan teknologi dan memperluas jaringan kolaborasi dengan komunitas kesehatan.

Sejak diluncurkan, aplikasi Mammora telah diunduh lebih dari 100 kali. Tim juga aktif melakukan edukasi melalui berbagai kegiatan, termasuk pameran dan kerja sama dengan mahasiswa kedokteran untuk meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini kanker payudara.

Ke depan, Mammora tidak hanya akan berfokus pada pencegahan, tetapi juga berupaya menghadirkan fitur pendamping bagi pengguna yang menemukan gejala dan membutuhkan langkah lanjutan.

Kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan juga menjadi target jangka panjang, meski saat ini tim masih memprioritaskan penguatan dampak nyata aplikasi di masyarakat.

Shani menegaskan, tujuan utama pengembangan Mammora adalah sederhana, yakni membantu menurunkan angka kematian akibat kanker payudara melalui deteksi dini yang lebih efektif.

 

Berita Terkait

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan
Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya
Perusahaan Energi Didukung Bill Gates Ajukan Lisensi Reaktor Fusi “Matahari Buatan” Infinity One
Bansos Kemensos 2026 Cair Bertahap, Begini Cara Cek Penerima PKH, BPNT hingga PIP Lewat NIK KTP
297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD
5 Sikap Pemimpin yang Bisa Menghancurkan Kepercayaan Tim, Jangan Diabaikan
Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan
Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:00 WIB

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan

Minggu, 28 Juni 2026 - 03:00 WIB

Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:00 WIB

Perusahaan Energi Didukung Bill Gates Ajukan Lisensi Reaktor Fusi “Matahari Buatan” Infinity One

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:00 WIB

Bansos Kemensos 2026 Cair Bertahap, Begini Cara Cek Penerima PKH, BPNT hingga PIP Lewat NIK KTP

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:00 WIB

297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD

Berita Terbaru