Jakarta, Pribhumi.com – Tim medis di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) tengah menangani seorang pasien berinisial AY (27) yang menjadi korban penyiraman cairan kimia. Penanganan difokuskan pada cedera serius di bagian mata yang menjadi area paling terdampak.
Korban dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jumat (13/3) dini hari dengan kondisi luka bakar di sejumlah bagian tubuh. Luka tersebut meliputi wajah, leher, dada, punggung, hingga kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen dari total permukaan tubuh. Namun, dampak paling parah terjadi pada mata kanan akibat paparan zat kimia bersifat asam yang menyebabkan kerusakan serius pada kornea dan penurunan tajam fungsi penglihatan.
Cedera tersebut dikategorikan sebagai trauma kimia derajat tiga dalam fase akut, yang tergolong berat dan berisiko tinggi terhadap kemampuan penglihatan pasien.
Sebagai langkah penanganan awal, tim dokter langsung melakukan tindakan pembersihan jaringan rusak pada mata kanan. Selain itu, dilakukan juga transplantasi membran amnion untuk melindungi permukaan mata dan mempercepat proses pemulihan.
Penanganan pasien dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan. Saat ini, pasien dirawat di unit High Care Unit (HCU) luka bakar guna mendapatkan pemantauan intensif.
Selama masa perawatan, pasien menjalani berbagai terapi, mulai dari perawatan luka, pemberian antibiotik, obat antiinflamasi, vitamin, hingga pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap stabil.
Pihak rumah sakit menyebutkan kondisi pasien kini mulai membaik dan tidak dalam keadaan yang mengancam jiwa. Meski demikian, proses pemulihan diperkirakan masih berlangsung bertahap, termasuk kemungkinan tindakan lanjutan untuk memperbaiki jaringan serta memaksimalkan kembali fungsi penglihatan korban.











