Korban Siraman Cairan Kimia Dirawat Intensif di RSCM, Cedera Mata Jadi Fokus Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Tim medis di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) tengah menangani seorang pasien berinisial AY (27) yang menjadi korban penyiraman cairan kimia. Penanganan difokuskan pada cedera serius di bagian mata yang menjadi area paling terdampak.

Korban dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jumat (13/3) dini hari dengan kondisi luka bakar di sejumlah bagian tubuh. Luka tersebut meliputi wajah, leher, dada, punggung, hingga kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen dari total permukaan tubuh. Namun, dampak paling parah terjadi pada mata kanan akibat paparan zat kimia bersifat asam yang menyebabkan kerusakan serius pada kornea dan penurunan tajam fungsi penglihatan.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Rp335 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, Airlangga: Dorong Ekonomi hingga 7 Persen

Cedera tersebut dikategorikan sebagai trauma kimia derajat tiga dalam fase akut, yang tergolong berat dan berisiko tinggi terhadap kemampuan penglihatan pasien.

Sebagai langkah penanganan awal, tim dokter langsung melakukan tindakan pembersihan jaringan rusak pada mata kanan. Selain itu, dilakukan juga transplantasi membran amnion untuk melindungi permukaan mata dan mempercepat proses pemulihan.

Penanganan pasien dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan. Saat ini, pasien dirawat di unit High Care Unit (HCU) luka bakar guna mendapatkan pemantauan intensif.

Baca Juga :  Monadi Tegaskan Pemekaran Kerinci Bukan Janji Politik, Tahapan Penentuan Ibu Kota Dimulai 2026

Selama masa perawatan, pasien menjalani berbagai terapi, mulai dari perawatan luka, pemberian antibiotik, obat antiinflamasi, vitamin, hingga pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap stabil.

Pihak rumah sakit menyebutkan kondisi pasien kini mulai membaik dan tidak dalam keadaan yang mengancam jiwa. Meski demikian, proses pemulihan diperkirakan masih berlangsung bertahap, termasuk kemungkinan tindakan lanjutan untuk memperbaiki jaringan serta memaksimalkan kembali fungsi penglihatan korban.

 

Berita Terkait

Manfaat Habbatussauda untuk Kesehatan: Herbal Alami dengan Segudang Khasiat
Waspadai Kanker Ginjal: Gejala Awal Sering Tak Terasa, Ini Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Manfaat Kunyit untuk Kesehatan: Dari Redakan Maag hingga Kontrol Gula Darah
Cegukan Setelah Minum Obat, Berbahayakah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
10 Resep Jus Sehat untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami
Kenali Asam Urat: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegah agar Tidak Semakin Parah
Tips Aman Menghangatkan Makanan Sisa Lebaran agar Tetap Lezat dan Tidak Cepat Basi
11 Resep Jus Penurun Kolesterol yang Cocok Dikonsumsi Usai Lebaran

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:59 WIB

Manfaat Habbatussauda untuk Kesehatan: Herbal Alami dengan Segudang Khasiat

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:00 WIB

Waspadai Kanker Ginjal: Gejala Awal Sering Tak Terasa, Ini Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Rabu, 25 Maret 2026 - 13:00 WIB

Manfaat Kunyit untuk Kesehatan: Dari Redakan Maag hingga Kontrol Gula Darah

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:00 WIB

Cegukan Setelah Minum Obat, Berbahayakah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 24 Maret 2026 - 07:00 WIB

10 Resep Jus Sehat untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Kamis, 2 Apr 2026 - 23:59 WIB