Tips Lebih Sehat Mengonsumsi Mi Instan saat Terlambat Bangun Sahur

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Sahur menjadi waktu makan penting bagi umat Muslim sebelum menjalankan ibadah puasa. Namun tidak sedikit orang yang bangun terlalu mepet dengan waktu imsak sehingga memilih makanan praktis dan cepat disiapkan. Salah satu pilihan yang sering dikonsumsi adalah mi instan.

Mi instan memang mudah dimasak dan mengenyangkan, tetapi para ahli kesehatan mengingatkan bahwa makanan ini sebaiknya tidak dijadikan menu utama saat sahur. Kandungan nutrisinya cenderung tidak seimbang karena rendah serat dan protein, namun tinggi lemak serta garam.

Dokter spesialis penyakit dalam dr Yunita Indah Dewi menjelaskan bahwa konsumsi mi instan saat sahur kurang dianjurkan, terutama bagi orang yang memiliki masalah asam lambung. Kandungan tertentu dalam mi instan dapat memicu kambuhnya keluhan lambung saat menjalankan puasa.

Baca Juga :  Kerinci dan Hulu Batanghari: Jejak Awal Peradaban Melayu Kuno di Jantung Sumatra

Selain itu, mi instan juga memiliki kalori yang cukup tinggi. Jika terlalu sering dikonsumsi selama bulan puasa, hal ini dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

Ahli gizi dr Johanes C Chandrawinata menambahkan bahwa mi instan juga memiliki kadar garam yang cukup tinggi. Asupan garam berlebih dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi selama berpuasa.

Meski begitu, sahur dengan mi instan tidak sepenuhnya dilarang jika memang tidak ada pilihan lain. Agar lebih sehat, mi instan sebaiknya dikombinasikan dengan bahan makanan lain yang lebih bernutrisi.

Salah satu cara yang disarankan adalah dengan menambahkan sayuran seperti sawi, wortel, atau kol agar kandungan serat meningkat. Selain itu, tambahkan juga sumber protein seperti telur atau daging tanpa lemak supaya kebutuhan nutrisi lebih seimbang.

Baca Juga :  Imam Mahdi dalam Islam: Sosok, Ciri, dan Tanda-Tanda Kemunculannya di Akhir Zaman

Dokter juga menyarankan untuk mengurangi penggunaan minyak serta bumbu yang terlalu banyak agar kadar lemak dan garam tidak terlalu tinggi.

Alternatif lain yang bisa dilakukan adalah mencampurkan mi instan dengan mi shirataki. Mi jenis ini terbuat dari ubi konjak yang dikenal sangat rendah kalori, rendah karbohidrat, dan bebas gluten sehingga lebih ringan bagi tubuh.

Dengan mengurangi porsi mi instan serta menambahkan bahan makanan lain yang lebih sehat, sahur tetap dapat memenuhi kebutuhan gizi meskipun disiapkan dalam waktu singkat.

Berita Terkait

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi
5 Pilihan Warna Cat Rumah yang Berpotensi Kurang Menarik bagi Nyamuk, Apa Saja?
Ingin Tetap Sehat di Usia 40-an? Coba 5 Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur
Tidur Cukup tetapi Tubuh Masih Lemas? Konsumsi Kopi Bisa Jadi Salah Satu Pemicunya
Polusi Udara Berpotensi Merusak Fungsi Ginjal, Kenali Risiko dan Cara Mencegahnya
Kader Posyandu Desa amar sakti Raih Juara II Tingkat Provinsi, Dinkes Perkuat Pembinaan Kader Kesehatan
iPhone Duo Segera Hadir di Indonesia? Ini Spesifikasi dan Perkiraan Harganya
Smiling Depression, Depresi yang Tersembunyi di Balik Senyuman: Kenali 7 Gejalanya

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:50 WIB

5 Pilihan Warna Cat Rumah yang Berpotensi Kurang Menarik bagi Nyamuk, Apa Saja?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:35 WIB

Ingin Tetap Sehat di Usia 40-an? Coba 5 Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Tidur Cukup tetapi Tubuh Masih Lemas? Konsumsi Kopi Bisa Jadi Salah Satu Pemicunya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Polusi Udara Berpotensi Merusak Fungsi Ginjal, Kenali Risiko dan Cara Mencegahnya

Berita Terbaru