Jakarta, Pribhumi.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan balasan rudal yang diluncurkan Iran dilaporkan menyebabkan korban luka di sejumlah wilayah Israel.
Layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), mengonfirmasi bahwa dua warga mengalami luka akibat ledakan rudal tersebut. Keduanya saat ini masih menjalani perawatan medis.
Seorang remaja berusia 16 tahun dilaporkan terluka akibat pecahan ledakan di wilayah Kafr Qassem dan segera dilarikan ke rumah sakit oleh tim medis. Sementara itu, seorang pria berusia 50 tahun juga mengalami luka di Ka’abiyye-Tabbash akibat dampak serangan yang sama.
Selain korban langsung, puluhan warga lainnya mengalami cedera ringan saat bergegas menuju tempat perlindungan. Enam orang juga dilaporkan mengalami trauma dan kecemasan akibat situasi darurat tersebut.
Dalam menghadapi ancaman lanjutan, tim MDA melakukan pemindahan pasien dari berbagai fasilitas kesehatan ke lokasi yang lebih aman, termasuk pasien dengan kondisi kritis yang menggunakan ventilator.
Seluruh kekuatan organisasi yang terdiri dari sekitar 39.000 staf dan relawan kini telah dikerahkan dan berada dalam kondisi siaga penuh.
Serangan rudal ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap sejumlah target di Iran. Aksi tersebut langsung direspons oleh Teheran melalui serangan balasan ke berbagai titik di wilayah Israel.
Di tengah situasi ini, komunitas Arab Israel kembali menyoroti keterbatasan fasilitas perlindungan di wilayah tempat tinggal mereka. Kelompok yang merupakan keturunan warga Palestina ini disebut lebih rentan terhadap dampak serangan karena minimnya akses terhadap bunker atau tempat perlindungan bom.
Eskalasi terbaru ini semakin memperlihatkan meningkatnya risiko keamanan bagi warga sipil di kawasan yang telah lama berada dalam bayang-bayang konflik geopolitik.











