Serangan Balasan Iran Picu Korban Luka di Israel, Layanan Darurat Siaga Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan balasan rudal yang diluncurkan Iran dilaporkan menyebabkan korban luka di sejumlah wilayah Israel.

Layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), mengonfirmasi bahwa dua warga mengalami luka akibat ledakan rudal tersebut. Keduanya saat ini masih menjalani perawatan medis.

Seorang remaja berusia 16 tahun dilaporkan terluka akibat pecahan ledakan di wilayah Kafr Qassem dan segera dilarikan ke rumah sakit oleh tim medis. Sementara itu, seorang pria berusia 50 tahun juga mengalami luka di Ka’abiyye-Tabbash akibat dampak serangan yang sama.

Baca Juga :  Kemlu RI Koordinasi dengan Gabon untuk Selamatkan ABK WNI yang Diculik Bajak Laut

Selain korban langsung, puluhan warga lainnya mengalami cedera ringan saat bergegas menuju tempat perlindungan. Enam orang juga dilaporkan mengalami trauma dan kecemasan akibat situasi darurat tersebut.

Dalam menghadapi ancaman lanjutan, tim MDA melakukan pemindahan pasien dari berbagai fasilitas kesehatan ke lokasi yang lebih aman, termasuk pasien dengan kondisi kritis yang menggunakan ventilator.

Seluruh kekuatan organisasi yang terdiri dari sekitar 39.000 staf dan relawan kini telah dikerahkan dan berada dalam kondisi siaga penuh.

Serangan rudal ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap sejumlah target di Iran. Aksi tersebut langsung direspons oleh Teheran melalui serangan balasan ke berbagai titik di wilayah Israel.

Baca Juga :  Zulhas Pastikan Pangan Indonesia Aman, Tak Bergantung pada Timur Tengah

Di tengah situasi ini, komunitas Arab Israel kembali menyoroti keterbatasan fasilitas perlindungan di wilayah tempat tinggal mereka. Kelompok yang merupakan keturunan warga Palestina ini disebut lebih rentan terhadap dampak serangan karena minimnya akses terhadap bunker atau tempat perlindungan bom.

Eskalasi terbaru ini semakin memperlihatkan meningkatnya risiko keamanan bagi warga sipil di kawasan yang telah lama berada dalam bayang-bayang konflik geopolitik.

 

Berita Terkait

Jepang Perkenalkan Istilah “Kokushobi” untuk Hari Panas Ekstrem di Atas 40 Derajat Celsius
Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran
Para Ilmuwan terkejut Temukan Lele Raksasa 293 Kg
Negosiasi AS–Iran di Pakistan Buntu, Kedua Pihak Saling Tuding Soal Nuklir dan Syarat Perdamaian
Guterres Desak AS dan Iran Berunding dengan Iktikad Baik demi Perdamaian Langgeng
Perundingan Iran–AS di Islamabad Diprediksi Dimulai, Tegangan Timur Tengah Jadi Sorotan
AS Pilih Pakistan Jadi Mediator dengan Iran, Ini Alasan di Baliknya
Trump Desak Netanyahu Redam Serangan ke Lebanon, Ketegangan Iran–Israel Picu Penutupan Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:00 WIB

Jepang Perkenalkan Istilah “Kokushobi” untuk Hari Panas Ekstrem di Atas 40 Derajat Celsius

Sabtu, 18 April 2026 - 09:42 WIB

Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran

Senin, 13 April 2026 - 17:00 WIB

Para Ilmuwan terkejut Temukan Lele Raksasa 293 Kg

Senin, 13 April 2026 - 08:42 WIB

Negosiasi AS–Iran di Pakistan Buntu, Kedua Pihak Saling Tuding Soal Nuklir dan Syarat Perdamaian

Minggu, 12 April 2026 - 13:00 WIB

Guterres Desak AS dan Iran Berunding dengan Iktikad Baik demi Perdamaian Langgeng

Berita Terbaru