Kemlu RI Koordinasi dengan Gabon untuk Selamatkan ABK WNI yang Diculik Bajak Laut

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Gabon untuk menyelamatkan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembajakan kapal di perairan Gabon.

Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 yang terjadi pada Minggu (11/1) waktu setempat. “Segera setelah menerima laporan, Kemlu melalui KBRI Yaounde melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan kapal, dan pihak terkait untuk mempercepat upaya penyelamatan ABK yang diculik,” kata Heni dalam keterangan tertulis, Selasa.

Baca Juga :  Alex Marquez Cedera Parah, Dipastikan Absen di MotoGP Italia dan Hungaria

KBRI Yaounde juga memastikan pemantauan kondisi kesehatan para WNI yang terdampak, khususnya yang berhasil lolos dari penculikan. Dalam insiden ini, 9 dari 12 awak kapal diculik, sementara 3 lainnya—termasuk 2 WNI—selamat dan bertahan di atas kapal hingga dikawal otoritas Gabon menuju Libreville, ibu kota Gabon. Heni menegaskan bahwa WNI yang selamat dalam kondisi aman. Sementara itu, Angkatan Laut Gabon telah memulai operasi pengejaran terhadap para pelaku.

“Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau situasi serta memastikan hak ketenagakerjaan ABK WNI dan keluarga tetap terpenuhi,” tambah Heni.

Baca Juga :  Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, mengonfirmasi bahwa dalam insiden tersebut terdapat 4 WNI dan 5 WN China yang menjadi korban penculikan. Meyong menyebut bahwa kapal IB FISH 7, berbendera Gabon, diserang bajak laut sekitar 7 mil laut tenggara Equata, perairan Gabon. Situasi saat ini dilaporkan terkendali, dan seluruh langkah untuk memastikan keamanan maritim telah diambil.

Berita Terkait

Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang
Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Berita Terbaru