Jambi, Pribhumi.com — Dunia olahraga bela diri di Provinsi Jambi digemparkan oleh dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak di bawah umur. Sebanyak tujuh anak perempuan diduga menjadi korban pelecehan seksual hingga rudapaksa di lingkungan salah satu perguruan silat setempat. Ironisnya, satu dari para korban dilaporkan tengah mengandung dengan usia kehamilan mencapai delapan bulan.
Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga korban menyebutkan, tindakan asusila tersebut dilakukan dengan modus latihan pernapasan yang diklaim sebagai bagian dari program pembinaan bela diri. Latihan itu dijadwalkan pada malam hari, mulai pukul 20.00 WIB hingga larut malam.
Diduga, para pelaku sengaja memanfaatkan kondisi lapangan latihan yang gelap dan minim pengawasan. Dengan dalih materi latihan, korban yang masih berusia anak-anak dan remaja berada dalam posisi rentan dan tidak berdaya, sehingga sulit melawan tindakan yang dialaminya.
Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh aparat penegak hukum. Dari tujuh korban yang teridentifikasi, sebagian besar telah resmi melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. Sementara itu, dua korban lainnya masih menjalani pendampingan psikologis secara intensif oleh keluarga dan pihak terkait guna memulihkan trauma sebelum melanjutkan proses hukum.
Pihak keluarga korban berharap aparat kepolisian bertindak cepat dan tegas untuk mengusut tuntas kasus ini, menangkap para pelaku, serta memberikan hukuman maksimal demi keadilan dan perlindungan masa depan para korban.






