Jambi, Pribhumi.com —Peristiwa tragis menimpa seorang bocah perempuan berusia lima tahun bernama Aisyah yang ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus drainase perumahan di Kota Jambi. Korban sebelumnya dilaporkan hanyut saat bermain hujan bersama teman-temannya di kawasan Perumahan Sigasland, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru, Jumat sore (12/12/2025).
Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, jasad Aisyah akhirnya ditemukan tersangkut di semak-semak aliran drainase dengan jarak sekitar lima kilometer dari titik awal kejadian. Proses evakuasi dilakukan oleh tim Kantor Basarnas Jambi sebelum korban dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Komandan Tim Operasi SAR Kantor Basarnas Jambi, Djuniato, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran drainase secara menyeluruh menggunakan berbagai peralatan pendukung. Tim mengikuti arus hingga beberapa kilometer hingga korban berhasil ditemukan.
“Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar Djuniato, Sabtu (13/12/2025).
Insiden bermula ketika korban bermain hujan bersama dua rekannya di sekitar drainase perumahan. Diduga korban terpeleset dan terjatuh ke dalam saluran air yang saat itu berarus deras akibat hujan lebat.
Kantor SAR Jambi menerima laporan kejadian pada pukul 18.30 WIB dari pihak Kecamatan Kota Baru. Menindaklanjuti laporan tersebut, delapan personel rescuer segera diberangkatkan dan tiba di lokasi sekitar 25 menit kemudian. Namun, pencarian sempat dihentikan sementara karena kondisi malam hari dan dilanjutkan kembali keesokan paginya.
Dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Dalam operasi ini, tim SAR gabungan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Jambi, Polresta Jambi, BPBD Kota Jambi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Sejumlah peralatan seperti kendaraan rescue, perahu karet, serta perangkat komunikasi dan navigasi turut digunakan selama proses pencarian.










