Penghapusan Anggaran Publikasi DPRD Kerinci dan Sungai Penuh Menuai Kritik: Transparansi Dipertanyakan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, Pribhumi.com – Keputusan mengejutkan datang dari DPRD Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang secara resmi menghapus seluruh anggaran publikasi media dalam rancangan anggaran tahun 2025. Kebijakan tersebut sontak memicu polemik di kalangan masyarakat dan penggiat keterbukaan informasi.

Langkah ini dianggap sebagai kemunduran serius dalam mendorong transparansi serta komunikasi yang sehat antara legislatif dan publik. Tanpa publikasi, kinerja dewan dinilai akan sulit diawasi dan menimbulkan jarak antara wakil rakyat dan konstituennya.

Pihak DPRD berdalih bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari efisiensi anggaran. Namun, banyak pihak mempertanyakan keabsahan alasan tersebut, mengingat transparansi informasi adalah fondasi utama dalam pemerintahan yang bersih.

Baca Juga :  Aksi Pencurian Ponsel Terekam CCTV, Warga Koto Tuo Ujung Pasir Dihantui Rasa Resah

“Kalau memang ingin efisien, kenapa bukan pos anggaran reses yang dipangkas? Banyak kegiatan dewan yang bahkan tidak diketahui oleh publik karena tidak pernah dipublikasikan,” kata salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.

Lebih jauh, muncul dugaan bahwa penghapusan anggaran ini berkaitan dengan kepentingan anggota dewan terhadap program Pokok Pikiran (Pokir), yang dianggap lebih menguntungkan secara personal dan cenderung tertutup dari pengawasan publik.

Safwandi., Dpt, tokoh adat Kerinci sekaligus Pimpinan Media Andalas Group, angkat bicara keras menanggapi kebijakan tersebut. Ia menyebut keputusan DPRD itu sebagai bentuk mundurnya komitmen terhadap prinsip transparansi.

“Ini bukan hanya soal anggaran. Ini menyangkut hak masyarakat untuk tahu apa yang dikerjakan oleh wakil mereka di parlemen,” tegas Safwandi, Sabtu (18/10/2025).

Baca Juga :  Rumah Reyot Keluarga Abdul Gani di Sungai Penuh: Harapan yang Tak Kunjung Datang

Menurutnya, penghapusan dana publikasi berpotensi menimbulkan kesan bahwa ada agenda tersembunyi dalam aktivitas DPRD yang tidak ingin diketahui masyarakat luas.

“Kalau tidak ada yang disembunyikan, kenapa takut untuk dipublikasikan? Media adalah mitra pemerintah, bukan musuh,” tambahnya.

Safwandi mendesak agar kebijakan tersebut segera ditinjau ulang. Ia menekankan bahwa media memiliki peran vital dalam membangun masyarakat yang sadar informasi dan aktif mengawasi jalannya pemerintahan.

“Kami minta Pemda dan DPRD segera mengevaluasi keputusan ini. Jangan biarkan kepercayaan publik runtuh hanya karena kebijakan yang tidak berpihak pada keterbukaan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Satreskrim Polres Kerinci Limpahkan Tersangka Kasus BBM Subsidi Ilegal ke Kejari Sungai Penuh
Wako Alfin Terima Yayasan Regen, Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Jadi Fokus Bersama
Viral di Pengadilan Sungai Penuh: Terdakwa Kasus Asusila Anak Minta Tes DNA
Akses Jalan Menuju Gunung Kerinci Disorot, Warga Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Wisata
Dugaan Pungutan dalam Rekrutmen SPPG di Kerinci Tengah Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Transparansi
Warga Tambak Tinggi dan Sekungkung Diimbau Waspada, Anjing Diduga Terjangkit Rabies Berkeliaran dan Serang Sejumlah Korban
Sat Reskrim Polres Kerinci Intensifkan Pengawasan SPBU, Cegah Penyalahgunaan BBM Bersubsidi
Sengketa Investasi Juanda Sport Center Bergulir, Polisi Fasilitasi Mediasi

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:09 WIB

Satreskrim Polres Kerinci Limpahkan Tersangka Kasus BBM Subsidi Ilegal ke Kejari Sungai Penuh

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:29 WIB

Wako Alfin Terima Yayasan Regen, Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Jadi Fokus Bersama

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:04 WIB

Akses Jalan Menuju Gunung Kerinci Disorot, Warga Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Wisata

Senin, 8 Juni 2026 - 18:42 WIB

Dugaan Pungutan dalam Rekrutmen SPPG di Kerinci Tengah Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Transparansi

Senin, 8 Juni 2026 - 15:27 WIB

Warga Tambak Tinggi dan Sekungkung Diimbau Waspada, Anjing Diduga Terjangkit Rabies Berkeliaran dan Serang Sejumlah Korban

Berita Terbaru