Jambi, Pribhumi.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Anugerah Gelar Jabatan Adat Melayu Jambi tingkat Provinsi Jambi dengan mengenakan pakaian adat Melayu Tua Kerinci. Penampilan tersebut menjadi sorotan karena merepresentasikan kekayaan budaya Bumi Sakti Alam Kerinci yang Secara Adat, tidak terpisah oleh Administratif sebagai salah satu akar utama peradaban Melayu di Jambi.
Acara adat yang diselenggarakan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi ini menganugerahkan gelar jabatan adat kepada Ketua DPRD Provinsi Jambi serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi turut menerima Gelar Kehormatan Adat Melayu Jambi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Azhar Hamzah tampil mengenakan busana adat Kerinci lengkap, yang sarat makna filosofis dan mencerminkan identitas masyarakat Kerinci sebagai bagian dari rumpun Melayu Tua. Pilihan tersebut dinilai bukan sekadar simbol seremonial, melainkan pernyataan kultural yang menegaskan kebanggaan terhadap warisan leluhur.
Pemakaian pakaian adat Kerinci dalam forum adat tingkat provinsi itu juga dipandang sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, melestarikan, dan mengarusutamakan budaya lokal di ruang-ruang resmi pemerintahan.
Selain menghadiri prosesi penganugerahan gelar adat, kehadiran Wakil Wali Kota Sungai Penuh juga mencerminkan dukungan nyata terhadap peran strategis lembaga adat Melayu Jambi dalam menjaga kearifan lokal, persatuan, dan keharmonisan sosial di tengah dinamika masyarakat modern.
Anugerah Gelar Adat Melayu Jambi ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, Forkopimda, dan lembaga adat, dalam membangun Provinsi Jambi yang berlandaskan prinsip adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah.
Dalam kesempatan tersebut, Azhar Hamzah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan adat yang dinilainya mampu memperkuat jati diri daerah sekaligus mempererat hubungan antarkabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Menurutnya, adat dan budaya merupakan fondasi penting dalam membangun karakter masyarakat yang beradab dan berintegritas.
Ia juga berharap partisipasi aktif para kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam kegiatan adat dapat menjadi teladan bagi generasi muda, agar terus mencintai, memahami, dan menghormati budaya daerahnya masing-masing.
Melalui momentum Anugerah Gelar Adat Melayu Jambi ini, nilai-nilai adat diharapkan tidak berhenti sebagai simbol seremoni, tetapi menjadi pedoman hidup dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.











