Trump Peringatkan NATO soal Selat Hormuz: Jika Tak Membantu, Masa Depan Aliansi Bisa Terancam

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa masa depan North Atlantic Treaty Organization (NATO) dapat menghadapi situasi yang “sangat buruk” jika negara-negara sekutu tidak membantu membuka kembali Selat Hormuz yang ditutup oleh Iran di tengah konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan media Financial Times, Trump menilai sekutu Amerika Serikat seharusnya turut berperan aktif mengatasi situasi tersebut. Penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur utama distribusi minyak dunia telah memicu lonjakan harga minyak secara global.

Baca Juga :  WFH Pasca Lebaran Didukung MPR, Dinilai Efektif Tekan Konsumsi BBM

Trump menyinggung bahwa selama ini Amerika Serikat telah memberikan dukungan besar kepada Ukraina dalam konflik dengan Rusia. Karena itu, ia berharap negara-negara Eropa dapat memberikan kontribusi nyata untuk menjaga keamanan jalur energi penting tersebut.

“Jika tidak ada tanggapan atau responsnya negatif, saya pikir itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO,” ujar Trump seperti dikutip kantor berita Agence France-Presse, Senin (16/3/2026).

Trump juga menjelaskan bahwa bantuan yang diharapkan mencakup pengerahan kapal penyapu ranjau serta personel untuk mengatasi ancaman keamanan di sepanjang wilayah pesisir Iran.

Baca Juga :  Breaking News! Korban Banjir Bandang di Sri Lanka Tembus 334 Jiwa, Ratusan Masih Hilang

Selain itu, Trump menyatakan bahwa rencana pertemuan puncaknya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing kemungkinan dapat ditunda. Ia menegaskan ingin melihat peran China dalam membantu membuka kembali Selat Hormuz sebelum pertemuan tersebut dilaksanakan.

Menurut Trump, sejumlah negara seperti China dan negara-negara Eropa memiliki ketergantungan yang lebih besar terhadap pasokan minyak dari kawasan Teluk dibandingkan dengan Amerika Serikat.

Berita Terkait

Dolar AS Tembus Rp17.658, Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang China Selatan, Dua Orang Tewas dan Ribuan Dievakuasi
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global
36 Negara Bentuk Pengadilan Khusus untuk Adili Vladimir Putin
Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah
Michael Carrick Beri Sinyal Segera Jadi Manajer Permanen MU
Liverpool Dibantai Aston Villa 4-2, Suporter Panik!
Produser Indonesia-Australia Bawa Film Horor Indonesia ke Cannes 2026

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Dolar AS Tembus Rp17.658, Rupiah Sentuh Level Terlemah Sepanjang Sejarah

Senin, 18 Mei 2026 - 13:00 WIB

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang China Selatan, Dua Orang Tewas dan Ribuan Dievakuasi

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global

Senin, 18 Mei 2026 - 01:00 WIB

36 Negara Bentuk Pengadilan Khusus untuk Adili Vladimir Putin

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

Berita Terbaru

Kesehatan

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tips dan informasi

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, dari Rasa hingga Kandungan Kafein

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

Infotainment

Aktris China Qi Wei Jadi Sorotan di Cannes 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:00 WIB