Tragedi Keluarga di Kuantan: Lima Orang Ditemukan Meninggal dalam Satu Rumah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUANTAN, Pribhumi.com — Peristiwa memilukan terjadi di Lorong Cerating Damai, Kuantan, Negara Bagian Pahang, ketika lima anggota keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam rumah mereka pada Selasa (17/2/2026) pagi.

Kepala Kepolisian Pahang, Datuk Seri Yahaya Othman, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Petugas yang tiba di lokasi menemukan lima korban yang terdiri dari pasangan suami istri berusia 32 dan 28 tahun, dua anak perempuan masing-masing berusia tiga dan empat tahun, serta seorang perempuan berusia 55 tahun yang merupakan ibu dari salah satu korban.

Baca Juga :  Momen Meghan Markle Joget Seru Jelang Kelahiran Lilibet

Tiga jenazah — pasangan suami istri dan kedua anak mereka — ditemukan di dalam sebuah kamar tidur. Sementara itu, korban perempuan berusia 55 tahun ditemukan di area dapur rumah tersebut.

Berdasarkan temuan awal, polisi menduga insiden tersebut melibatkan tindak kekerasan menggunakan senjata tajam. Sejumlah korban ditemukan dengan luka yang tampak secara kasatmata. Pihak berwenang juga menyelidiki kemungkinan bahwa pria berusia 32 tahun tersebut melukai anggota keluarganya sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.

Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh adik laki-laki pria tersebut yang berusia 15 tahun. Remaja itu berada di rumah saat kejadian dan segera meminta bantuan setelah menyadari situasi yang terjadi.

Baca Juga :  Pendaki Tersambar Petir di Gunung Monrolo Maros, Satu Orang Meninggal Dunia

Diketahui, pria tersebut kembali ke kediaman keluarga sekitar satu bulan lalu setelah berhenti dari pekerjaannya di Selangor. Ia dilaporkan baru memulai pekerjaan baru di Kuantan sekitar sepekan terakhir.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan kronologi lengkap serta motif di balik kejadian tersebut. Tim forensik juga terus melakukan pemeriksaan di lokasi guna mengumpulkan bukti tambahan.

Berita Terkait

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB