Sukabumi, Pribhumi.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga seorang bocah berinisial NS (12), warga Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026). Korban diketahui sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada sore hari.
NS merupakan santri kelas 1 SMP di sebuah pondok pesantren di wilayah Jampangkulon. Di lingkungan pesantren, ia dikenal sebagai anak yang pendiam dan tidak pernah terlibat masalah. Pembina pesantren, Isep Dadang Sukmana (62), menyebut korban memiliki cita-cita menjadi seorang kiai.
Menurut Isep, beberapa waktu sebelum kejadian, korban sempat pulang ke rumah menjelang Ramadan. Namun saat santri lain kembali ke pesantren, korban tidak kunjung hadir. Pihak pesantren kemudian mempertanyakan keberadaannya kepada keluarga.
Tak lama kemudian, keluarga mengirimkan rekaman video yang memperlihatkan kondisi korban dengan sejumlah luka pada tubuhnya. Isep mengaku terkejut dan segera mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat.
Korban sempat dalam kondisi sadar dan berkomunikasi sebelum akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB, setelah sebelumnya dirawat sejak pagi hari.
Ayah korban, Anwar Satibi (38), mengaku terpukul atas kepergian putranya. Ia berharap apabila terdapat unsur tindak kekerasan dalam kasus ini, proses hukum dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Sukabumi telah menerima laporan terkait kasus tersebut. Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Hartono, menyampaikan bahwa tim medis melakukan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian,” ujarnya.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap secara jelas peristiwa yang menyebabkan meninggalnya bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon tersebut.











