Susu Bukan Pengganti Makan Utama Anak, Ahli Gizi Ingatkan Orang Tua

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Ahli gizi dari Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia (ISNA), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menegaskan bahwa susu tidak boleh dijadikan sebagai pengganti makanan utama bagi anak. Susu sebaiknya dikonsumsi sebagai pelengkap pola makan seimbang, bukan sebagai sumber gizi tunggal.

Rita menjelaskan bahwa susu dapat diberikan sebagai bagian dari makan lengkap, khususnya saat sarapan pagi, atau sebagai makanan selingan. Namun, orang tua tetap wajib memastikan anak mengonsumsi makanan utama secara lengkap, terutama pada waktu makan siang dan malam.

“Walaupun anak menyukai susu, orang tua harus tetap membiasakan anak makan lengkap. Jangan sampai susu diposisikan menggantikan makan utama, karena itu tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang,” ujar Rita.

Baca Juga :  9 Cara Alami Melancarkan BAB, Atasi Sembelit Tanpa Obat Pencahar

Menurut Rita, susu memang mengandung protein dan kalsium yang penting bagi pertumbuhan anak. Namun, jika asupan gizi hanya bergantung pada susu, anak berisiko mengalami kekurangan zat gizi lainnya, seperti karbohidrat kompleks dan serat pangan yang sangat dibutuhkan tubuh.

Ia menjelaskan bahwa makanan cair seperti susu tidak mengandung serat dan tidak mampu menciptakan keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, serta mikronutrien. Selain itu, sistem pencernaan anak juga tidak dirancang untuk menerima makanan cair secara terus-menerus.

Dosen Pascasarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan itu menambahkan bahwa masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan makan. Oleh karena itu, peran orang tua sangat menentukan dalam mengajarkan pola makan yang sehat dan benar sejak dini.

Baca Juga :  Jangan Terkecoh Label Less Sugar, Kandungan Gula Minuman Kekinian Perlu Dicermati

Rita menyarankan agar orang tua lebih kreatif dan cermat dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, khususnya bagi anak yang cenderung lebih menyukai susu. Pendekatan yang bisa dilakukan antara lain dengan melibatkan anak dalam memilih menu makanan dan memodifikasi hidangan agar sesuai selera tanpa mengurangi nilai gizinya.

“Utamakan makan utama terlebih dahulu. Jika masih ada zat gizi yang kurang, seperti kalsium atau protein, maka susu dapat diberikan sebagai makanan selingan, bisa dikombinasikan dengan buah atau makanan lain,” tutupnya.

Berita Terkait

Ingin Tetap Sehat di Usia 40-an? Coba 5 Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur
Tidur Cukup tetapi Tubuh Masih Lemas? Konsumsi Kopi Bisa Jadi Salah Satu Pemicunya
Polusi Udara Berpotensi Merusak Fungsi Ginjal, Kenali Risiko dan Cara Mencegahnya
Kader Posyandu Desa amar sakti Raih Juara II Tingkat Provinsi, Dinkes Perkuat Pembinaan Kader Kesehatan
Jangan Terkecoh Label Less Sugar, Kandungan Gula Minuman Kekinian Perlu Dicermati
Jangan Anggap Tidur Seharian saat Libur Bisa Ganti Utang Tidur
Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan
Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:35 WIB

Ingin Tetap Sehat di Usia 40-an? Coba 5 Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Polusi Udara Berpotensi Merusak Fungsi Ginjal, Kenali Risiko dan Cara Mencegahnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Kader Posyandu Desa amar sakti Raih Juara II Tingkat Provinsi, Dinkes Perkuat Pembinaan Kader Kesehatan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Jangan Terkecoh Label Less Sugar, Kandungan Gula Minuman Kekinian Perlu Dicermati

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Jangan Anggap Tidur Seharian saat Libur Bisa Ganti Utang Tidur

Berita Terbaru