Rahasia Konsisten Olahraga Bukan Soal Motivasi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Banyak orang memulai rutinitas olahraga dengan semangat tinggi, namun tak sedikit yang berhenti di tengah jalan. Tantangan terbesar bukan memulai, melainkan mempertahankan konsistensi.

Menurut Founder Primafit sekaligus life coach, Brian Billdt, konsistensi berolahraga tidak selalu ditentukan oleh motivasi. Justru, kebiasaan dan lingkungan sekitar memiliki pengaruh jauh lebih besar dalam membentuk gaya hidup sehat.

Ia menjelaskan bahwa lingkungan sosial berperan sebagai faktor pembentuk perilaku. Orang-orang yang berada di sekitar kita dapat memengaruhi pola hidup, termasuk kebiasaan berolahraga, pola makan, hingga kualitas tidur.

Jika seseorang dikelilingi oleh individu yang aktif dan menjalani gaya hidup sehat, maka tanpa disadari ia akan terdorong mengikuti pola tersebut. Sebaliknya, lingkungan yang tidak mendukung bisa membuat seseorang menjauh dari rutinitas sehat.

Baca Juga :  Jangan Tunggu Bau, Ini Waktu Ideal Mencuci Handuk Menurut Ahli

Lingkungan yang positif, kata Brian, berfungsi sebagai pengingat alami untuk tetap aktif tanpa perlu tekanan atau dorongan motivasi yang besar.

Selain faktor lingkungan, kebiasaan menjadi fondasi utama dalam menjaga rutinitas kebugaran jangka panjang. Motivasi cenderung fluktuatif — ada saatnya tinggi, ada pula ketika menurun. Namun, kebiasaan yang sudah terbentuk akan tetap berjalan meski semangat sedang tidak maksimal.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun identitas diri sebagai individu yang aktif. Ketika seseorang mulai melihat olahraga sebagai bagian dari jati dirinya, aktivitas fisik tidak lagi terasa sebagai kewajiban, melainkan kebutuhan.

Dalam perjalanan kebugarannya sendiri, Brian mengaku telah mengubah pendekatan latihannya. Dari sebelumnya mengutamakan latihan intensitas tinggi dalam waktu singkat, kini ia memilih latihan berdurasi lebih panjang dengan intensitas yang disesuaikan.

Baca Juga :  Gerakan #AyahJugaBisa Dorong Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak di Indonesia

Pendekatan ini dinilai lebih realistis untuk menjaga konsistensi. Bahkan ketika kondisi tubuh atau suasana hati tidak mendukung, ia tetap memilih berlatih dengan intensitas ringan daripada melewatkannya sama sekali.

Baginya, keberlanjutan jauh lebih penting dibandingkan memaksakan performa tinggi dalam waktu singkat.

Ia juga membagikan strategi sederhana untuk mengalahkan rasa malas, yakni mempersiapkan diri sebelum keraguan muncul — mulai dari mengenakan sepatu olahraga hingga tetap bangun meski cuaca tidak mendukung.

Langkah kecil tersebut diyakini dapat membantu menjaga komitmen terhadap rutinitas sehat.

Berita Terkait

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan
Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya
297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD
Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan
Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas
7 Cara Menjaga Kesehatan di Usia 40 Tahun ke Atas agar Tetap Bugar dan Produktif
Makan Malam dan Diabetes, Benarkah Ada Kaitannya?
Ramai Diperdebatkan, Ini Penjelasan Dokter soal MPASI Dini dan Waktu yang Tepat untuk Bayi Mulai Makan

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:00 WIB

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan

Minggu, 28 Juni 2026 - 03:00 WIB

Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:00 WIB

297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:00 WIB

Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas

Berita Terbaru