Serangan Israel di Lebanon Timur dan Selatan Tewaskan 12 Orang, Komandan Hizbullah Dilaporkan Tewas

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Serangan militer Israel di wilayah timur dan selatan Lebanon dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang dalam satu hari. Serangan tersebut diklaim menargetkan kelompok militan Hizbullah serta sekutunya dari Palestina, Hamas.

Dilansir AFP (Agence France-Presse), Sabtu (21/2/2026), Hizbullah mengonfirmasi bahwa seorang komandan mereka tewas dalam serangan di wilayah Lembah Bekaa, Lebanon timur. Kelompok yang didukung Iran itu menyebut korban merupakan bagian dari struktur komando mereka.

Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan di beberapa lokasi di Lembah Bekaa menewaskan 10 orang dan melukai sedikitnya 24 lainnya. Di antara korban luka, terdapat tiga anak.

Baca Juga :  Putin Kecam Keras Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei

Sementara itu, National News Agency sebelumnya melaporkan enam orang tewas dan 25 orang terluka akibat serangan udara besar di kawasan tersebut.

Militer Israel menyatakan serangan itu menyasar pusat komando Hizbullah. Mereka menegaskan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk melemahkan kemampuan militer kelompok tersebut, meskipun gencatan senjata yang disepakati pada November 2024 masih berlaku.

Serangan juga terjadi di kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon, yaitu Ain al‑Helweh. Serangan itu menewaskan dua orang. Militer Israel mengklaim targetnya adalah pusat komando Hamas yang digunakan oleh para militan.

Baca Juga :  Kemunculan Dua Ikan Oarfish di Pantai Meksiko Hebohkan Warga, Dijuluki “Ikan Pertanda Kiamat”

Pihak Israel menegaskan akan terus bertindak terhadap Hamas di mana pun mereka beroperasi. Namun Hamas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa bangunan yang diserang merupakan fasilitas milik pasukan keamanan gabungan yang bertugas menjaga stabilitas kamp.

Hamas juga mengutuk serangan tersebut dan menyebut korban yang jatuh merupakan warga sipil, bukan militan.

Serangan terbaru ini menunjukkan situasi keamanan di perbatasan Israel dan Lebanon masih sangat rapuh, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan untuk meredakan konflik yang berlangsung lebih dari satu tahun.

Berita Terkait

Jepang Perkenalkan Istilah “Kokushobi” untuk Hari Panas Ekstrem di Atas 40 Derajat Celsius
Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran
Para Ilmuwan terkejut Temukan Lele Raksasa 293 Kg
Negosiasi AS–Iran di Pakistan Buntu, Kedua Pihak Saling Tuding Soal Nuklir dan Syarat Perdamaian
Guterres Desak AS dan Iran Berunding dengan Iktikad Baik demi Perdamaian Langgeng
Perundingan Iran–AS di Islamabad Diprediksi Dimulai, Tegangan Timur Tengah Jadi Sorotan
AS Pilih Pakistan Jadi Mediator dengan Iran, Ini Alasan di Baliknya
Trump Desak Netanyahu Redam Serangan ke Lebanon, Ketegangan Iran–Israel Picu Penutupan Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:00 WIB

Jepang Perkenalkan Istilah “Kokushobi” untuk Hari Panas Ekstrem di Atas 40 Derajat Celsius

Sabtu, 18 April 2026 - 09:42 WIB

Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran

Senin, 13 April 2026 - 17:00 WIB

Para Ilmuwan terkejut Temukan Lele Raksasa 293 Kg

Senin, 13 April 2026 - 08:42 WIB

Negosiasi AS–Iran di Pakistan Buntu, Kedua Pihak Saling Tuding Soal Nuklir dan Syarat Perdamaian

Minggu, 12 April 2026 - 13:00 WIB

Guterres Desak AS dan Iran Berunding dengan Iktikad Baik demi Perdamaian Langgeng

Berita Terbaru