Selama Ini Salah Paham, Perut Buncit Bukan Karena Nasi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Perut buncit menjadi persoalan yang banyak dialami masyarakat Indonesia. Selain mengganggu penampilan dan rasa percaya diri, kondisi ini juga berkaitan erat dengan risiko kesehatan serius, mulai dari gangguan metabolisme hingga penyakit kronis.

Selama ini, nasi sering dianggap sebagai biang keladi perut buncit. Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Para ahli justru menilai bahwa pola hidup dan kebiasaan sehari-hari, khususnya pada malam hari, berperan jauh lebih besar dalam memicu penumpukan lemak di perut.

Ahli nutrisi dari The Nutrition Twins, Tammy Lakatos Shames dan Lyssie Lakatos, mengungkapkan bahwa sejumlah kebiasaan yang tampak sepele dapat berdampak signifikan terhadap lingkar pinggang. Berikut tiga kebiasaan malam hari yang paling sering dilakukan dan berisiko menyebabkan perut buncit.

Baca Juga :  Kodim 0417/Kerinci Gelar Fun Glove Meriahkan HUT TNI ke-80.

1. Makan Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Tubuh idealnya mengonsumsi makanan terakhir setidaknya tiga jam sebelum tidur. Saat tidur, tubuh membutuhkan waktu untuk pemulihan sel, bukan untuk mencerna makanan.

Jika pencernaan masih aktif saat tidur, kalori yang tidak digunakan akan disimpan sebagai lemak, terutama di area perut. Selain itu, makan larut malam juga dapat mengganggu ritme sirkadian serta memengaruhi keseimbangan gula darah dan metabolisme lemak.

2. Minum Minuman Berkalori di Malam Hari

Kebiasaan minum susu hangat sebelum tidur kerap dianggap menyehatkan karena membantu relaksasi. Namun, jika dilakukan secara rutin tanpa diimbangi aktivitas fisik, asupan kalori tambahan ini berpotensi meningkatkan lemak tubuh.

Terlebih jika susu atau minuman lain yang dikonsumsi mengandung gula tambahan, risiko bertambahnya lingkar perut pun semakin besar.

Baca Juga :  Kejari Sungai Penuh dan Lembaga Adat Perkuat Sinergi Implementasi Restorative Justice dalam KUHP Baru 2025

3. Konsumsi Gula Berlebihan

Minuman manis kemasan sangat mudah dijumpai dalam keseharian. Satu sajian saja dapat mengandung sekitar 25 gram gula, dengan nilai gizi yang minim.

Asupan gula berlebih membuat kalori cepat menumpuk dan disimpan sebagai lemak, khususnya di area perut, sehingga mempercepat munculnya perut buncit.

Kesimpulan

Perut buncit tidak semata-mata disebabkan oleh konsumsi nasi. Pola makan larut malam, kebiasaan mengonsumsi minuman berkalori sebelum tidur, serta asupan gula berlebihan justru menjadi faktor dominan.

Menghindari kebiasaan tersebut, disertai dengan aktivitas fisik rutin dan pola makan seimbang, menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan tubuh dan lingkar perut tetap ideal.

Berita Terkait

Bedong Rapat Disebut Mitos Bantu Bentuk Kaki Bayi, Dokter Ortopedi Anak Ingatkan Risiko Gangguan Panggul
Pemprov DKI Jamin Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Terdampak Banjir
Sering Mengantuk Saat Kerja? Ternyata Air Putih Lebih Efektif daripada Kopi
Kontroversi Surrogacy di Indonesia: Etika, Hukum, dan Risiko Identitas Anak
Pemerintah Siapkan Rp335 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, Airlangga: Dorong Ekonomi hingga 7 Persen
Korban Keracunan MBG Soto Ayam di Mojokerto Meningkat, 261 Pelajar Terdampak
Susu Bukan Pengganti Makan Utama Anak, Ahli Gizi Ingatkan Orang Tua
Dr. M. Djamil, Putra Minang dengan Dua Gelar Doktor Dunia yang Namanya Diabadikan sebagai Rumah Sakit Rujukan Nasional

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:46 WIB

Bedong Rapat Disebut Mitos Bantu Bentuk Kaki Bayi, Dokter Ortopedi Anak Ingatkan Risiko Gangguan Panggul

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:00 WIB

Pemprov DKI Jamin Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Terdampak Banjir

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:00 WIB

Sering Mengantuk Saat Kerja? Ternyata Air Putih Lebih Efektif daripada Kopi

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:00 WIB

Selama Ini Salah Paham, Perut Buncit Bukan Karena Nasi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:03 WIB

Kontroversi Surrogacy di Indonesia: Etika, Hukum, dan Risiko Identitas Anak

Berita Terbaru

Nasional

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan

Sabtu, 14 Feb 2026 - 08:45 WIB

Budaya dan Religi

Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Jumat, 13 Feb 2026 - 11:28 WIB

Sumbar

Asmadi Hilang Terseret Arus, SAR Tutup Operasi Lapangan

Selasa, 10 Feb 2026 - 17:09 WIB

Sosial

Monadi Soal Danau Kerinci

Selasa, 10 Feb 2026 - 10:39 WIB